SANKSI HUKUM ADAT DALAM MENYELESAIKAN KASUS TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL(Studi Kasus di Desa Kungkai)

BANDAR, RADEN SIGIT SYAH and Ramlah, Ramlah and Sulhani, Sulhani (2021) SANKSI HUKUM ADAT DALAM MENYELESAIKAN KASUS TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL(Studi Kasus di Desa Kungkai). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (SANKSI HUKUM ADAT DALAM MENYELESAIKAN KASUS TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL (Studi Kasus di Desa Kungkai))
SKRIPSI RADEN SIGIT SYAH BANDAR.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi Hukum Adat Yang Ada di Desa Kungkai, untuk mengetahui Proses Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual di Desa Kungkai, untuk mengetahui Upaya Lembaga Adat Dalam Mencegah Tindak Pidana Pelecehan Seksual Agar Tidak Terjadi Lagi. Dalam permasalahan yang akan di bahas oleh penulis pada penelitian ini adalah: Bagaimana Eksistensi Hukum Adat di Desa Kungkai, Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Pelecahan Seksual di Desa Kungkai, Bagaimana Upaya Lembaga Adat Dalam Mencegah Tindak Pidana Pelecehan Seksual di Desa Kungkai. Metode penelitian yang di gunakan penulis disini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini melalui pengkajian Pustaka, Observasi atau Pengamatan dan Wawancara. Dari hasil temuan penelitian yang telah dilakukan penulis, dapatlah disimpulkan bahwa sanksi dari pelecehan seksual yang di berikan oleh lembaga adat di Desa Kungkai terhadap pelaku pelecehan tersebut yaitu berupa “utang adat”. Salah satu cara yang bisa di lakukan ialah dengan bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah, dan kepolisian. Diantaranya mengadakan penyuluhan hukum dan keagamaan ke sekolah- sekolah, masyarakat, warga atau kelompok masyarakat dengan memberi pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa agar menjauhi perbuatan-perbuatan kejahatan terutama pelecehan seksual, selanjutnya mencari faktor yang menjadi penyebab terjadinya pelecehan seksual salah satunya memakai pakaian yang peminim terutama di tempat yang banyak orang sehingga menimbulkan hasrat dari pelaku terhadap korban yang menyebabkan pelecehan tersebut terjadi. Dalam islam menolak adanya pelecehan terhadap siapapun. Dalam hukum islam, memaksa atau dengan sengaja melakukan perbuatan zina merupakan pelecehan yang pelakunya dapat hukuman berat yaitu selain hukuman had zina juga dapat di kenai ta‟zir jika telah terbukti, hukuman had zina ialah rajam. Kemudian Islam mengharamkan khalwat (berdua-duaan) antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya dalam pergaulan menurut hukum islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Pelecehan Seksual, Hukum Adat
Subjects: 000 Karya Umum
2x4 Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 11 Nov 2021 03:13
Last Modified: 11 Nov 2021 03:14
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/9813

Actions (login required)

View Item View Item