MAKNA SIMBOLIK TRADISI NUDUK DUKUN (TUJUH BULAN KEHAMILAN) DI DESA LUBUK PUNGGUK KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN

Sari, Nilpia Yulita and Ham, Muhsin and Ermawati, Ermawati (2021) MAKNA SIMBOLIK TRADISI NUDUK DUKUN (TUJUH BULAN KEHAMILAN) DI DESA LUBUK PUNGGUK KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (MAKNA SIMBOLIK TRADISI NUDUK DUKUN (TUJUH BULAN KEHAMILAN) DI DESA LUBUK PUNGGUK KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN)
302171213 Nilpiayulitasari - lampiran fulltext.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

Skripsi ini adalah studi tentang makna simbolik tradisi Nuduk Dukun (tujuh bulan kehamilan) di Desa Lubuk Pungguk, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam memahami makna simbol dalam tradisi Nuduk Dukun (tujuh bulan kehamilan) di Desa Lubuk Pungguk sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang makna simbolik dalam tradisi Nuduk Dukun yang terdapat di Desa Lubuk Pungguk, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulaitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Fenomenologi. Lokasi penelitian ini berada di Desa Lubuk Pungguk, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Dengan subjek penelitian yang meliputi kepala desa, sekretaris desa, tokoh lembaga adat, dukun kampung dan masyarakat Desa Lubuk Pungguk. Dan dalam penelitian ini teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa tradisi Nuduk Dukun ini dimulai pada tahun 1920an pada saat masih masa penjajahan Belanda berlangsung. Tradisi Nuduk Dukun (Tujuh Bulan Kehamilan) ini merupakan tradisi yang sudah menjadi sebuah kewajiban bagi masyarakat di Desa Lubuk Pungguk yang telah memasuki masa kehamilan tujuh bulan, tradisi Nuduk Dukun menjadi wajib karena tradisi ini sudah tertulis di dalam PERDES (Peraturan Desa), jika masyarakat yang telah memasuki masa kehamilan tujuh bulan tidak melakukan tradisi tersebut maka akan dikenakan sanksi. Tradisi Nuduk Dukun memiliki banyak makna yang bermanfaat, baik di dalam prosesinya maupun di dalam perlengkapannya, adapun di dalam prosesinya yaitu: Manggil (pengundangan dukun kampung, ninik mamak, alim ulama dan tamu undangan), sidak, perugo, doa dan labuh lek, maupun perlengkapan-perlengkapan yang digunakan dalam tradisi Nuduk Dukun tersebut seperti: Sikapur sirih, c’anu, nasi putih, gulai, ayam, paha ayam, air putih, kue-kue. Akhirnya penulis merekomendasikan kepada masyarakat Desa Lubuk Pungguk untuk dapat memahami makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Nuduk Dukun agar tetap lestari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Tradisi Nuduk Dukun (Tujuh Bulan Kehamilan), makna simbolik.
Subjects: 000 Karya Umum
2x6 Sosial dan Budaya
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
Date Deposited: 09 Nov 2021 03:25
Last Modified: 09 Nov 2021 03:26
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/9759

Actions (login required)

View Item View Item