TRADISI SENI BUDAYA KUDA LUMPING MENURUT PRESPEKTIF BUDAYA DAN HUKUM ISLAM (Studi Kelurahan Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur)

Hakim, Luqmanul and Hidayati, Rahmi and Putra, Devrian Ali (2021) TRADISI SENI BUDAYA KUDA LUMPING MENURUT PRESPEKTIF BUDAYA DAN HUKUM ISLAM (Studi Kelurahan Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
SKRIPSI LUQMAN HAKIM 4.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul tentang “Tradisi Seni Budaya Kuda Lumping Persentuhan Budaya Lokal Dan Hukum Islam (Studi Kelurahan Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur). Penelitian ini mengkaji tentang seni budaya kuda lumping dalam acara resepsi pernikahan yang berkembang dimasyarakat Pandan Jaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tradisi seni budaya kuda lumping dan untuk mengetahui pandangan hukum Islam serta mengkaji dari segi antropologi hukum terhadap tradisi seni budaya kuda lumping yang ada di Pandan Jaya tersebut. Metode dalam penelitian ini adalah kualitaif tipe pendekatan yuridis empiris dan antropologis. yang mengacu pada aturan aturan sosial yang berlaku di tengah masyarakat mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti maka menarik kesimpulan, pertama Pelaksanaan tarian Kuda Lumping yang diadakan di Kelurahan Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjabtim tergantung pada warga yang mau mengadakan perayaan hari besar, maupun pesta (kelahiran bayi, khitanan, dan pernikahan), dan kebanyakan pertunjukkan seni budaya Kuda Lumping dilakukan pada acara resepsi pernikahan. Kedua Kuda Lumping sama halnya hukumnya dengan debus, Jika memakai ritual dengan prosesi pemujaan jin/setan maka hukumnya haram. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia se-Jawa dan Lampung mengeluarkan fatwa bahwa kesenian tradisional debus dengan menggunakan bantuan jin, setan, dan mantera-mantera hukumnya adalah haram karena termasuk kategori sihir. Ketiga Faktor dan pandangan masyarakat di Kelurahan Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjabtim menjadikan kesenian kuda lumping sebagai hiburan dalam acara pernikahan yaitu Faktor suka dan Faktor tradisi Faktor suka yaitu tingginya minat masyarakat di Kelurahan Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjabtim untuk menyaksikan kesenian kuda lumping pada saat pernikahan. Serta bila dikaitkan dengan teori antropologi hukum yakni ilmu yang mempelajari manusia dengan budayanya maka kita akan mendapat pemahaman yang berbeda dari tradisi seni budaya kuda lumping dalam acara resepsi pernikahan yang ada di kelurahan Pandan Jaya, yakni pertunjukkan seni budaya kuda lumping dalam acara resepsi pernikahan yang ada di pandan jaya tidaklah bernilai negatif karna didalam pertunjukkan tersebut terdapat simbol-simbol yang bermakna positif. Kata kunci : Tradisi, Budaya, Pernikahan, Hukum Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
2x6 Sosial dan Budaya
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 04 Oct 2021 03:25
Last Modified: 04 Oct 2021 03:27
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/9343

Actions (login required)

View Item View Item