TRANSFORMASI SISTEM HUKUM TURKI PADA MASA PEMERINTAHAN RECEP TAYYIB ERDOGAN

Kholik, Abdul and Zaki, Muhammad and Masburiyah, (2018) TRANSFORMASI SISTEM HUKUM TURKI PADA MASA PEMERINTAHAN RECEP TAYYIB ERDOGAN. Skripsi thesis, UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

[img] Text
Abdul Kholik - SPI141806.pdf

Download (3MB)

Abstract

Paham sekularisme dalam dunia politik yang umumnya lahir dari kajian dan pengalaman manusia dalam berpolitik itu telah memasuki kalangan cendikiawan dan para pemimpin di dunia Islam. Turki adalah salah satu negara yang menganut sistem sekularisme. Turki pernah menjadi pusat kekuasaan dunia Islam yang tak terkalahkan hampir selama delapan abad, namun setelah Turki dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk Turki menjadi negara sekuler. Oleh itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekularisme pada sistem politik dan hukum negara Islam di Turki pada masa Mustafa Kemal Attaturk serta untuk mengetahui kebijakan Recep Tayyeb Erdogan dalam mengislamisasikan Turki kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Library Research. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil kesimpulan bahwa sekularisme pada masa Mustafa Kemal Attaturk di dukung oleh lembaga Majlis Nasional Agung merupakan perwakilan rakyat tertinggi, Majlis Nasional Agung bertugas sebagai Badan Legislatif dan Badan Eksekutif, Majlis Negara yang anggotanya dipilih dari Majlis Nasional Agung akan menjalankan tugas pemerintahan, Ketua Majlis Nasional Agung merangkap jabatan sebagai Ketua Majlis Negara. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu Mustafa Kemal Attaturk selalu mendapat tantangan tantangan yang berasal dari pemuka-pemuka agama (kelompok tradisional), pemberontakan yang dilakukan oleh Tariqat Naqsabandiyah, selain itu tantangan juga datang dari kaun reaksioner bekas pimpinan Turki Muda. Adapun kebijakan Recep Tayyeb Erdogan dalam mengislamisasikan Turki yaitu Erdogan membuat kebijakan politik luar negeri dengan cara Turki perlahan mulai membina hubungan yang lebih erat ke negara-negara islam terutama negara-negara yang bergabung kedalam OKI (Organisasi Konferensi Islam) dan negara-negara dikawasan lain seperti Russia, China dan negara-negara Amerika Latin terutama pada negara-negara islam. Turki mencoba kembali mencoba untuk menjadi salah satu kekuatan penting yang mampu menyuarakan kepentingan masyarakat muslim dunia dengan berperan aktif dalam membina hubungan kerjasama diplomatis dan ekonomi yang terus meningkat. Sedangkan kebijakan politik dalam negeri yang di lakukan Erdogan yaitu, Erdogan juga mendukung gerakan agama dari bawah walaupun tidak pernah berorasi, ia menambah hingga 40 Fakultas agama di universitas-universitas di Turki, Erdogan juga mencabut UU larangan berhijab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Muhammad Zaki
Keywords / Katakunci: Sistem Pemerintaha, Turki, Sekularisme
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 350 Administrasi Negara, Ilmu Kemiliteran
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 16 May 2019 05:42
Last Modified: 11 Nov 2019 03:49
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/92

Actions (login required)

View Item View Item