FENOMENA SUFISTIK ABDURRAHMAN WAHID DALAM PERSPEKTIF PLURALISME AGAMA

DARWIS, M and Syukri, Ahmad and Yusuf, M (2020) FENOMENA SUFISTIK ABDURRAHMAN WAHID DALAM PERSPEKTIF PLURALISME AGAMA. Tesis thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (FENOMENA SUFISTIK ABDURRAHMAN WAHID DALAM PERSPEKTIF PLURALISME AGAMA)
M DARWIS.pdf

Download (2MB)

Abstract

Fokus dalam penelitian ini adalah mengangkat tema tentang bagaimana fenomena sufistik Abdurrahman Wahid dalam perspektif pluralisme agama. Dan tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui; (1) Mengungkap pandangan Abdurrahman Wahid terhadap ajaran tasawuf dan pluralisme Agama, (2) Mencari fenomena sufistik Abdurrahman Wahid dalam perspektif pluralisme agama, dan (3) Membahas relevansi dari ajaran tasawuf Abdurrahman Wahid terhadap kehidupan antar umat beragama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian literatur, yaitu dengan cara mengumpulkan data dari buku-buku, paper dan ensiklopedi yang ada relevansinya dengan pembahasan ini. Penelitian ini digunakan untuk memecahkan problem penelitian yang bersifat konseptual teoritis dan mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Adapun kategorinya adalah kualitatif. Yaitu penelitian yang menekankan analisa pada proses penyimpulan deduktif, induktif serta analisa terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dengan menggunakan metode ilmiah dan tidak memerlukan data yang berupa angka. Hasil penelitian menunjukkan paham sufistik yang dikembangkan oleh Abdurrahman Wahid berbeda dari paham-paham sufi lainnya. Yaitu menjadikan nilai-nilai spiritualitas dalam sufistik menjadi Moral Force, terutama bagi pemahamannya terhadap Agama Islam yang rahmatan lil ‘Alamin. Dimensi sufistik lebih mengedepankan aspek substansial dari agama Islam dan mengelaborasinya dalam nilai-nilai Universal, pemikiran yang mengedepankan toleransi, penghargaan terhadap pluralitas dan Hak Asasi berlandaskan nilai- nilai sufistik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sikap sufistik Abdurrahman Wahid mempengaruhi pemikirannya sebagai tokoh pluralisme agama. Salah satu inti dari ajaran tasawuf adalah kedamaian dan saling menghargai (toleran). Karena kemunculan sikap toleran dan intoleran orang-orang beragama tidak berasal dari faktor tunggal. Perdebatan tersebut disebabkan oleh fenomena kelompok-kelompok religius yang kerap melakukan intimidasi dan bahkan diskriminasi terhadap kelompok yang berbeda dan minoritas. Kelompok ini juga mengatasnamakan Islam, sedangkan menurut Gus Dur Islam itu bukanlah terbatas pada formalitas saja, melainkan praktik dalam kehidupan.

Item Type: Thesis (Tesis)
Keywords / Katakunci: Sufistik, Abdurrahman Wahid, Pluralisme Agama.
Subjects: 000 Karya Umum
200 Agama
Divisions: Pascasarjana > Magister > Prodi Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Pascasarjana
Date Deposited: 24 May 2021 03:47
Last Modified: 24 May 2021 03:48
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/7371

Actions (login required)

View Item View Item