PELAKSANAAN PEMBAGIAN WARIS BERDASARKAN HUKUM ADAT DI DESA DURIAN LECAH KECAMATAN SUNGAI MANAU KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

Sarjiman, Sarjiman and Kasir, Ibnu and Alfian, Elvi (2021) PELAKSANAAN PEMBAGIAN WARIS BERDASARKAN HUKUM ADAT DI DESA DURIAN LECAH KECAMATAN SUNGAI MANAU KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI DITINJAU DARI HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
pdf skripsi sarjiman.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tentang pelaksanaan pembagian harta warisan adat Desa Durian Lecah Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin yang memiliki hukum adat tersendiri dalam hal kewarisan dengan menggunakan sistem kekerabatan yang diambil dari garis keturunan ibu, padahal masyarakatnya mayoritas beragama Islam. Adapun yang jadi masalah dalam skripsi ini adalah mengenai masalah pembagian harta warisan adat Desa Durian Lecah yang mana anak perempuan lebih banyak mendapatkan warisan dibandingkan anak laki-laki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun yang ingin penulis paparkan dalam penelitian ini adalah mendiskrpsikan data-data yang meliputi data primer dan data sekunder . Berdasar penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut. Pertama, sistem kewarisan adat Desa Durian Lecah Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin menganut sistem matrilineal, yaitu sistem keturunan yang ditarik dari garis keturunan ibu, dimana anak perempuan lebih banyak mendapatkan warisan dibandingkan dengan anak laki-laki. anak perempuan dianggap sebagai penerus keturunan sakaligus penerus kedudukan orang tua. Kedua, pelaksanaan pembagian harta warisan adat Desa Durian Lecah biasanya dibagikan 40 setelah kematian pewaris atau 100 harinya. Pembagian harta warisan ini dibagian setelah yang barkaitan dengan pewaris sudah diselesaikan misalnya masalah hutang piutang atau masalah lainnya. Ketiga, pandangan hukum Islam tentang pembagian harta warisan adat Desa Durian Lecah Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin berjalan secara adat, dalam arti kata tidak mengikuti pembagian warisan yang telah ditetapkan oleh hukum syara’ dan hukum Islam. Namun disini dalam hal pembagian warisan itu mereka beranggapan semua ini demi kemaslahatan dan kebaikan yang didasarkan pada keadilan, menurut hukum Islam sesuatu yang dikerjakan demi kebaikan dan keadilan itu boleh dilakukan. Kata Kunci: Waris, Hukum Islam dan Adat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Waris, Hukum Islam dan Adat
Subjects: 000 Karya Umum
2x4 Fiqih > 2x4.4 Waris(Farait) dan Wasiat
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 04 May 2021 06:48
Last Modified: 04 May 2021 06:49
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/7224

Actions (login required)

View Item View Item