PENYELESAIAN KASUS PEMERKOSAAN ANAK DI BAWAH UMUR (STUDI KASUS DP3A SAROLANGUN)

Nita, Sukma and Adawiyah, Robi'atul and Masburiyah, Masburiyah (2021) PENYELESAIAN KASUS PEMERKOSAAN ANAK DI BAWAH UMUR (STUDI KASUS DP3A SAROLANGUN). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (PENYELESAIAN KASUS PEMERKOSAAN ANAK DI BAWAH UMUR (STUDI KASUS DP3A SAROLANGUN))
SUKMA NITA.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Tindak pidana perkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di masyarakat termasuk perbuatan yang tidak dapat diterima akal sehat dan termasuk dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia dikarenakan merampas kehormatan orang lain. Perbuatan tersebut sebagai tanda kerusakan mental dan moral manusia. Oleh sebab itu, Skripsi ini menggunakan metode penelitian Yuridis empiris dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dan kesimpulan dari penelitian ini. Pertama, faktor penyebab terjadinya tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur di Kabupaten Sarolangun adalah Rendahnya Pendidikan, lingkungan, kurangnya iman, teknologi,kelainan seksual, Alkohol dan situasi. Dari beberapa faktor tersebut hawa nafsu merupakan faktor utama yang menjadi penyebab tindak pidana pemerkosaan, di mana hawa nafsu tersebut tidak dapat dikalahkan oleh akal sehat mereka sendiri, sehingga menjadikan faktor tersebut sebagai alasan kesempatan untuk melakukan kejahatan pemerkosaan. Kedua, kendala yang dihadapi dan upaya apa yang diberikan dalam menyelesaikan kasus pemerkosaan anak dibawah umur. Kendalanya yaitu Anak tidak terbuka dalam memberikan keterangan dan gangguan psikologi korban,kesulitan dalam menemukan saksi, Sarana dan prasarana. Anak yang mudah kelelahan dan bosan. Upaya yang dilakukan yaitu memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak korban perkosaan tersebut, mendatangkan ahli psikologi untuk memulihkan mental anak yang terganggu karena menjadi korban kasus perkosaan, serta berusaha untuk meyakinkan saksi agar bersedia memberikan keterangan dan tidak perlu merasa takut untuk memberikan kesaksiannya kepada penyidik. Ketiga, penyelesaian kasus pemerkosaan anak di bawah umur di kabupaten sarolangun ini diselesaikan secara Litigasi yaitu penyelesaian yang dilakukan melalui pengadilan, dikarenakan akan sangat berdampak buruk bagi siapapun yang mengalaminya terutama kepada anak yang akan sangat berdampak sekali untuk masa depan mereka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
000 Karya Umum > 001 Ilmu Pengetahuan
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 22 Apr 2021 06:49
Last Modified: 22 Apr 2021 06:51
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/7007

Actions (login required)

View Item View Item