EFEKTIVITAS KETENTUAN ADAT TERHADAP MENGGAULI ISTRI SETELAH MENIKAH SEBELUM ULUR ANTAR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun)

MAHARANI, TRIA and Kasir, Ibnu and Sulhani, Sulhani (2021) EFEKTIVITAS KETENTUAN ADAT TERHADAP MENGGAULI ISTRI SETELAH MENIKAH SEBELUM ULUR ANTAR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (EFEKTIVITAS KETENTUAN ADAT TERHADAP MENGGAULI ISTRI SETELAH MENIKAH SEBELUM ULUR ANTAR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun))
WTR-TRIA MAHARANI.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian yang penulis lakukan ialah untuk mengungkap bagaimana mana tradisi adat Ulur Antar di desa teluk kecimbung sangat bertentangan dengan Hukum Islam dalam hukum Islam jika sudah sah secara ikatan akad pernikahan suami berhak menggauli Istri walaupun belum melaksanakan acara resepsi perkawinan, Ulur Antar menurut Adat desa teluk kecimbung, jika seorang suami Istri sudah melaksanakan acara akdad nikah si suami pulang terlebih dahulu sebelum dilaksanakan acara Ulur Antar belum boleh pulang kerumah Istri karna pandangan pendapat menurut Adat di Desa teluk kecimbung sumbang bilamana Suami belum di Ulur dan di Antarkan. Mengenai tentang Ulur Antar tiga hal yang peniliti angakt sebagai focus penilitian. Pertama, untuk mengetahui ketentuan adat di desa teluk kecimbung yang tidak boleh di lakukan suami istri. Kedua,apa saja sanksi pendapat pemangku adat terhadap pelanggar di desa teluk kecimbung. Ketiga,untuk mengetahui hukum Islam terhadap kasus larangan menggauli istri sebelum adanya tradisi ulur antar. Disini penulis menggunakan metode penulisan kualitatif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Instrument data yang penulis gunakan yaitu dengan 3 cara yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Ada dua jenis data yang penulis gunakan yaitu, data primer dan data skunder. Dari penelitian ini didapatkan hasil dan kesimpulan yaitu yang pertama di Desa Teluk Kecimbung yang tidak boleh dilakukan suami istri sebelum berlangsungnya ulur antar yaitu suami yang sudah melaksanakan akad nikah harus dipulangkan terlebih dahulu kerumahnya (suami) menurut pemangku adat tentang larangan menggauli istri yaitu tidak boleh melakukan suami istri setelah menikah sebelum adnya pelaksanaan ulur antar karna menurut adat di desa bila suami melaksanakan sebelum adanya acar ulur antar bila suami sudah melaksanakan acara akad pernikahan sebelum di Ulur dan di Antar di desa Teluk Kecimbung yakni masih dianggap semendo (orang rumah).menurut hukum Islam tentang larangan hubungan suami istri karna sudah termasuk dalam hak dan kewajiban suami istri setelah akad nikah sudah dianggap secara lahir bathin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Tradisi Ulur Antar, larangan menggauli istri,Hukum Islam
Subjects: 000 Karya Umum
300 Ilmu Sosial > 320 Ilmu Pemerintahan; Ilmu Politik
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 05 Apr 2021 06:44
Last Modified: 05 Apr 2021 06:52
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6755

Actions (login required)

View Item View Item