REFLEKSI PM (PROTO MALAYIC) ISOLEK MELAYU JAMBI SEBERANG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BATANGHARI

Rahman, Fuad and Rozelin, Diana (2012) REFLEKSI PM (PROTO MALAYIC) ISOLEK MELAYU JAMBI SEBERANG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BATANGHARI. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Jambi.

[img] Text (Laporan Penelitian)
Lap. Pen. Fuad.Diana 2012.pdf - Published Version

Download (625kB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dialektologi yang mengkaji perkembangan isolek di 5 desa di DAS Batanghari. Penentuan status isolek daerah tersebut sangatlah penting untuk menentukan apakah isolek daerah tersebut berada dalam satu wilayah bahasa yang sama atau berbeda. Hubungan kekerabatan antardesa dapat menentukan status dari isoleknya. Daerah pengamatan ini dipilih karena berada dipinggir sungai yang dekat dengan kota Jambi, sehingga akan memperlihatkan perubahan relik dan inovasi yang cukup kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan 200 kosakata dasar Swadesh yang terdapat di 5 desa yang berada di DAS Batanghari berdasarkan kosakata yang sama dan kosakata yang berbeda; mengidentifikasikan 200 kosakata dasar Swadesh yang terdapat di 5 desa yang berada di DAS Batanghari untuk menentukan status identitas setiap DP; mendeskripsikan kaidah-kaidah relik dan inovasi yang terjadi pada 5 desa yang berada di DAS Batanghari Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yang terkait dengan dialektologi adalah dari Mahsun; Nadra dan Reniwati. Sedangkan fonologi menggunakan teori dari Robins. Rumus dialektometri menggunakan teori dari Guiter dan acuan Proto Malayic dari Adelaar (1992). Jenis penelitian yang digunakan ada dua, yaitu: penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan komparatif. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, berdasarkan 200 kosakata di setiap daerah di mana Tanjung Johor sebagai pusat pembanding dengan menggunakan teknik permutasi sehingga dapat disimpulkan bahwa ada 147 (73.5%) kosakata yang sama dan 53 data yang tidak sama antardesa (26.5%). Kedua,hasil identifikasi isolek DP di DAS Batanghari secara leksikal adalah daerah Ulu Gedong jumlah presentasenya 72.72%, status isoleknya adalah beda dialek; daerah Arab Melayu jumlah presentasenya 69.69%, status isoleknya adalah beda dialek; daerah Mudung Laut jumlah presentasenya 60.60 %, status isoleknya adalah beda dialek; dan daerah Olak Kemang jumlah presentasenya 45.45%, status isoleknya adalah beda subdialek. Secara fonologis maka diperoleh 4.34% yang berarti beda wicara. Ketiga, daerah yang mengalami relik vokal paling tinggi pada leksikonnya adalah DP Tanjung Johor dengan jumlah 185 kosakata; dan daerah yang mengalami inovasi vokal yang paling tinggi adalah DP Mudung laut dengan jumlah 90 kosakata; persebaran relik dan inovasi vokal yang terjadi di 5 DP DAS Batanghari meliputi: bunyi /a/ persebarannya pada /a, o, e,ͻ/; bunyi /i/ persebarannya pada /i, e, E/; bunyi /u/ persebarannya pada /u, o, ͻ, ʊ/; bunyi /ǝ/ persebarannya pada /ǝ, a, e, E, ʊ/.

Item Type: Monograph (Laporan Penelitian)
Subjects: 300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 22 Mar 2021 08:22
Last Modified: 22 Mar 2021 08:22
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6686

Actions (login required)

View Item View Item