TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK GADAI LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KEMBANG SERI BARU, KECAMATAN MARO SEBO ULU, KABUPATEN BATANGHARI

Eka Wijaya, Fernandes and Faruk, A and Aiman, Muhammad (2021) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK GADAI LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KEMBANG SERI BARU, KECAMATAN MARO SEBO ULU, KABUPATEN BATANGHARI. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gadai Lahan Kelapa Sawit Di Desa Kembang Seri Baru, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari)
SKRIPSI FERNANDES EKA WIJAYA..pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui praktek gadai lahan kelapa sawit yang masyarakat lakukan di Desa Kembang Seri Baru, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari. yakni dengan si Rahin sebagai pengadai datang kerumah si Murtahin sebagai penerima gadai dengan tujuan meminjamkan uang kepada si Murtahin dengan jaminan lahan kelapa sawitnya. Transaksi dilakukan tanpa adanya surat perjanjian, pemeliharaan barang dan pemanfaatan barang gadai ditanggung si Rahin sebagai penggadai, hasil dari pemanfaatan lahan kelapa sawit tersebut di serahkan ke si Murtahin untuk pelunasan hutang, hutang dibayar secara cicilan, tidak ada tempo pembayaran yang ditentukannya. Tujuan penelitian ingin mengetahui Tinjauan Hukum Islam Terhadap Gadai Lahan Kelapa Sawit di Desa Kembang Seri Baru, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, Jenis data yang digunakan adalah data data primer dan data sekunder, sumber data yang digunakan adalah dari orang atau narasumber. Sedangkan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan Tinjauan Hukum Islam dan hasil dari penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa praktek gadai lahan kelapa sawit di Desa Kembang Seri Baru, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari tidak sesuai menurut hukum Islam baik rukun maupun syaratnya, dalam transaksi akad ijab-qabul ada unsur-unsur yang belum terpenuhi yang membuat transaksi menjadi tidak sah, yaitu dalam ijab-qabul dan serah terima barang yang mana seharunya adanya surat perjanjian antara kedua belah pihak dan adanya sertifikat tanah, serta tidak ada tempo waktu pembayaran sebagai jaminan atas hutang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Praktik, Gadai, Kelapa Sawit.
Subjects: 000 Karya Umum
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 09 Mar 2021 07:32
Last Modified: 09 Mar 2021 07:32
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6613

Actions (login required)

View Item View Item