MAKNA SIMBOLIK TRADISI AYAM BAKAKAK PADA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA DI KELURAHAN DATARAN KEMPAS KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

Sumiati, Aie and Mailinar, Mailinar and Gunawan, Hendra (2021) MAKNA SIMBOLIK TRADISI AYAM BAKAKAK PADA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA DI KELURAHAN DATARAN KEMPAS KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (MAKNA SIMBOLIK TRADISI AYAM BAKAKAK PADA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA DI KELURAHAN DATARAN KEMPAS KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT)
SKRIPSI AIE SUMIATI.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Makna Simbolik Ayam Bakakak yang erat kaitannya dengan tradisi suatu masyarakat setempat terutama dalam hal aktifitas sosial yaitu salah satunya tentang Makna Simbolik Tradisi Ayam Bakakak Pada Adat Perkawina Suku Sunda, oleh karena itu makanan tradisional memiliki fonemena lokal. Makanan tradisional masuk kedalam kelompok folklor bukan lisan yaitu folklor yang berupa benda dan ada bentuknya. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan tentang Makna Simbolik Tradisi Ayam Bakakak Pada Adat Perkawinan Suku Sunda Di Kelurahan Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Khususnya bagaimana prosesi tradisi ayam bakakak, makna simbolik yang terkandung pada Ayam Bakakak dan untuk mengetahui mengapa masyarakat sunda masih mempertahankan Ayam Bakakak dalam proses upacara adat perkawinan suku Sunda di Kelurahan Dataran Kempas. Penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan informan ditentukan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh berupa pengamatan tak berperan serta (observation non partisipan), artinya peneliti hanya melakukan satu fungsi saja yaitu hanya mengelola dan tidak ikut aktif, di dalam kegiatan ini hanya mengamati dari jauh menggunakan wawancara tak terstuktur agar peneliti dan informan dapat menggunakan pendapatnya yang lebih bebas, serta menggunakan dokumentasi agar data lebih akurat dalam peneletian. Hasil temuan dan pembahasannya adalah Prosesi tradisi sebelum perkawinan neundeun omong (menyimpan ucapan) dan narosan (lamaran). Prosesi tradisi pelaksanaan upacara perkawinan seserahan (prosesi serah terima), ngeuyeuk seureuh, akad nikah. Prosesi tradisi pelaksanaan setelah akad nikah sembah sungkem, sawer pengantin, nincag endog dan mencuci kaki suami, meuleum harupat (membakar harupat), huap lingkung dan huap deudeuh dan pabetot bakakak hayam (menarik ayam bakakak). Selain itu Ayam Bakakak mempunyai makna dan simbolik yang berpengaruh untuk pasangan pengantin: Ayam, Telur, Air dan Kendi, Pelita, Beras, Kunyit, Uang Logam atau Uang kertas, Cabe Merah, Bambu, Wadah atau Nampan. Adapun alasan masyarakat masih mempertahankannya yaitu sebagai tanda penghormatan dari keluarga perumpuan, sebagai identitas budaya lokal dan penghormatan kepada Leluhur/Nenek moyang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Tradisi Ayam Bakakak, Makna dan Simbol.
Subjects: 000 Karya Umum
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Fakultas Adab dan Humaniora Fakultas Adab dan Humaniora
Date Deposited: 08 Mar 2021 06:10
Last Modified: 08 Mar 2021 06:12
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6604

Actions (login required)

View Item View Item