PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA (KAJIAN SEMIOTIKA PADA FILM ISTIRAHATLAH KATA-KATA)

HIDAYAT TULAH, RAHMAT and Mursyidah, Dian and Husein, Usrial (2020) PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA (KAJIAN SEMIOTIKA PADA FILM ISTIRAHATLAH KATA-KATA). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi.

[img] Text (PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA (KAJIAN SEMIOTIKA PADA FILM ISTIRAHATLAH KATA-KATA))
SKRIPSI RAHMAT scan.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki oleh setiap manusia. Hal ini dikarenakan HAM bersifat universal untuk semua orang, dimiliki semua orang, dan juga harus dilakukan semua orang. Tujuan penelitian ini untuk menemukan makna denotasi, konotasi dan mitos pelanggaran hak asasi manusia pada film Istirahatlah Kata-kata,dan pelanggaran Hak Asasi Manusia pada film Istirahatlah Kata-kata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptis analisis, serta teori semiotika Roland Barthes. Melalui teori semiotika Roland Barthes dengan denotasi, konotasi dan mitos, peneliti dapat memahami pesan atau simbol-simbol yang tersurat maupun tersirat melalui dialog, pengambilan gambar dan gerak para pemain film Istirahatlah Kata-Kata. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa: pertama film ini mengritik kentalnya budaya militer era Orde Baru dengan cara amat satir, cenderung lucu, dan cukup berbobot. Film ini memperlihatkan kondisi pelarian Wiji Thukul yang dipenuhi dengan rasa ketakutan. Namun di saat bersamaan, Wiji Thukul tetap menulis puisi dan beberapa cerpen dengan menggunakan nama pena yang lain. Kehidupan tak nyaman juga dirasakan oleh keluarga Wiji Thukul di Solo. Sipon (Marissa Anita), istri Wiji Thukul, hidup penuh tekanan dengan pengawasan ketat polisi. Koleksi-koleksi buku Wiji Thukul pun disita dan Sipon sempat beberapa kali digelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Kedua, terdapat dua pelanggaran Hak Asasi Manusia pada film Istirahatlah Kata-kata yaitu Pelanggaran aktif, di mana polisi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dan alasan yang jelas dalam penangkapan, dimana ini merupakan perbuatan yang melanggar HAM, dan pelanggaran pasif di mana interograsi yang dilakukan aparat hukum bukan hanya menimbulkan ketakukan terhadap keluarga Wiji Thukul, namun juga berdampak pada psikologi sang anak. Istirahat bisa juga berarti sedang memikirkan bagaimana tetap kembali melakukan perlawanan dan melakukan perubahan dengan cara melakukan perenungan secara mendalam terhadap situasi dan kondisi sosial masyarakat. Ketiga, makna denotasi, konotasi dan mitos pelanggaran hak asasi manusia pada film Istirahatlah Kata-kata, makna denotasi polisi, tentara dan intel merupakan simbol keamanan negara yang bertugas menjaga negara dari ancaman makar dan puisi Wiji Thukul sering dibaca diam-diam karena takut dilarang. Makna denotasi aktivis partai yang berbeda pendapat dituduh melakukan makar; mitos, Thukul memperjuangkan demokrasi lewat puisi di mana puisinya sangat provokatif, terutama bagi kaum terpelajar yang belum keras menyuarakan ketidakadilan Para.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: pelanggaran hak asasi manusia, denotasi, konotasi dan mitos
Subjects: 000 Karya Umum
000 Karya Umum > 070 Jurnalisme, Surat Kabar
Divisions: Fakultas Dakwah > Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: Fakultas Dakwah
Date Deposited: 02 Mar 2021 06:09
Last Modified: 02 Mar 2021 06:09
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6593

Actions (login required)

View Item View Item