Proses Kepemimpinan dalam Pembentukan Perilaku Religius (Studi Pengembangan Teori Pertimbangan Sosial)

Sumirah, Sumirah (2020) Proses Kepemimpinan dalam Pembentukan Perilaku Religius (Studi Pengembangan Teori Pertimbangan Sosial). PROSIDING INTERNATIONAL SEMINAR on ISLAMIC STUDIES AND EDUCATION (ISoISE). pp. 109-122. ISSN 978-602-60957-6-3 (PDF)

[img] Text (Proses Kepemimpinan dalam Pembentukan Perilaku Religius (Studi Pengembangan Teori Pertimbangan Sosial))
Prosiding VLS ISoISE-118-130.pdf - Published Version

Download (385kB)
[img] Text (Peer Review)
PR SUMIRAH 11 Proses Kepemimpinan dalam pembentukan prilaku.pdf - Supplemental Material

Download (206kB)
[img] Text (Similarity)
TURNITIN SUMIRAH 8 Proses Kepemimpinan dalam.pdf - Supplemental Material

Download (2MB)

Abstract

Proses kepemimpinan dalam pembentukan perilaku relegius studi pengembangan teori pertimbangan sosial. Bahwasanya peran dari seorang pemimpin tidak hanya memerintah dan mengarahkan anggotanya, tetapi pemimpin harus mampu mengubah perilaku anggotanya. Bila dalam konteks sekolah/ madrasah, yaitu kepala sekolah/ madrasah menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah/ madrasah. Hal ini yang di maksudkan penulis bahwa pemimpin merupakan bagian besar yang mengambil peran dalam perubahan sosial sesuai teori perubahan sosial harus ada peran yang mengubah situasi dan kondisi sosial yang ada menjadi sesuatu yang lebih baik dan di harapkan. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi pustaka. Salah satu model kepemimpinan pendidikan yang mampu terciptanya keefektifan lembaga pendidikan adalah kepemimpinan transformasional. Karena kepemimpinan ini menggambarkan adanya tingkat kemampuan pemimpin untuk mengubah mentalitas dan perilaku bawahannya untuk lebih baik. Konsep kepemimpinan ini menawarkan perspektif perubahan pada keseluruhan lembaga, sehingga pengikut menyadari eksistensinya untuk membangun lembaga pendidikan yang siap menyongsong perubahan bahkan terciptanya perubahan. Perubahan perilaku ditentukan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi perubahan perilaku adalah: 1) persepsi sosial; 2) posisi sosial dan proses belajar sosial. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan sikap terdiri atas: 1) faktor penguatan (reinforcement); 2) komunikasi persuasif; dan 3) harapan yang diinginkan. Perubahan-perubahan perilaku seperti ini, dalam hubungannya dengan perilaku keagamaan yang menyimpang merujuk kepada teori pertimbangan sosial, tampaknya menyangkut faktor status sosial seseorang dalam masyarakat. Penyimpangan perilaku keagamaan yang dipengaruhi oleh status sosial di latarbelakangi harapan untuk mengembalikan kedudukan di dalam masyarakat, hal ini peran penting dari seorang pemimpin untuk melakukan transformasi sosial

Item Type: Article
Subjects: 300 Ilmu Sosial
Divisions: Pascasarjana
Depositing User: Pascasarjana
Date Deposited: 30 Nov 2020 01:00
Last Modified: 20 Apr 2022 05:09
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6098

Actions (login required)

View Item View Item