Hamzah Fansuri dan Pembaharuan Kebudayaan Melayu

Syukri, Ahmad (2020) Hamzah Fansuri dan Pembaharuan Kebudayaan Melayu. PROSIDING INTERNATIONAL SEMINAR on ISLAMIC STUDIES AND EDUCATION (ISoISE). pp. 1-22. ISSN 978-602-60957-6-3 (PDF)

[img] Text (Hamzah Fansuri dan Pembaharuan Kebudayaan Melayu)
Prosiding VLS ISoISE-10-31.pdf - Published Version

Download (356kB)

Abstract

Fansuri merupakan salah seorang dari empat orang pengembang ajaran tasawuf yang terkenal di aceh (Hamzah Fansuri, Syams al-Din al-Sumatrani, Nuruddin al-Raniri, dan Abd al-Rauf al-Singkili). Fansuri memiliki 3 risalah tasawuf dan 33 ikat ikatan syair (setiap ikat-ikatan terdiri dari 13, 15 atau 19 bait syair). Adapun tiga risalah tasawuf Fansuri tersebut ialah Syarab al-’Asyikqin, Asrar al-’Arifin, dan al-Muntahi. Sedang syair-syairnya antara lain: Syair Burung Pingai, Syair Perahu, dan Syair Dagang, Syair Minuman Para Pencinta, Syair Sidang Ahli Suluk, dan Syair Laut Maha Tinggi. Dari karya-karya Fansuri yang ada, paling tidak ada empat pemikiran yaitu: masalah wujudiyah, masalah ruh, Quran dan nafs. Pokok-pokok pikiran Fansuri selalu dibayangi oleh paham wujudiah. Paham wujudiah Fansuri ini bahwa, dia tidak semata-mata menekankan ajarannya pada aspek tasybih (imanensi), tetapi juga menekankan pada aspek tanzih (transendensi). Oleh karena itu sukar untuk menilai bahwa paham wujudiah Fansuri adalah sesat, karena Fansuri yakin dan percaya dengan keesaan Zat Tuhan Yang Mutlak dan transenden. Fansuri bagi masyarakat dan lingkungannya bukan hanya dikenal sebagai seorang ulama tasawuf yang menganut paham wujudiah, yang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas tentang agama serta sastrawan yang terkemuka, melainkan juga sebagai seorang perintis dan pelopor. Fansuri merupakan ulama yang memainkan peranan penting dalam membentuk kebudayaan, pemikiran dan praktek keagamaan kaum muslimin Melayu-Indonesia pada paruh pertama abad ketujuh belas. Sehingga dengan ini dia bisa digolongkan juga sebagai tokoh pembaru pada zamannya. Ketajaman fikiran dan kepiawaiannya telah dimanfaatkannya dalam upaya pembaharuan terhadap masyarakat pada waktu itu. Dia telah melakukan pembaruan terhadap perkembangan kebudayaan Islam, khususnya di bidang kerohanian, filsafat, keilmuan, sastra dan bahasa

Item Type: Article
Subjects: 2x7 Filsafat dan Perkembangan
Divisions: Pascasarjana
Depositing User: Pascasarjana
Date Deposited: 30 Nov 2020 01:02
Last Modified: 30 Nov 2020 01:02
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6087

Actions (login required)

View Item View Item