PELAKSANAAN ZAKAT PENGHASILAN PERKEBUNAN KARET PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi)

Mega Chintya, Elma and Ma'ani, Bahrul and Sasnifa, Pidayan (2020) PELAKSANAAN ZAKAT PENGHASILAN PERKEBUNAN KARET PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (PELAKSANAAN ZAKAT PENGHASILAN PERKEBUNAN KARET PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi))
Elma Mega Chintya 1.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas tentang Zakat Penghasilan Perkebunan Karet di Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo. Sebagai tujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme nishab zakat penghasilan perkebunan karet. Mengetahui bagaimana pelaksanaan zakat penghasilan perkebunan karet serta tinjauan hukum Islam terhadap zakat penghasilan perkebunan karet di Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrument pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini yang dilakukan diperoleh dengan hasil kesimpulan sebagai berikut: zakat penghasilan perkebunan karet identik dengan zakat perdagangan sesuai dengan Fatwa MUI No. 3 Tahun 2003 tentang zakat penghasilan. Karena hasil getah karet ditimbang dan diperjual belikan ke tengkulak getah karet dengan harga sesuai dengan berat timbang dan ditukar dalam bentuk uang. Maka nisab zakat penghasilan setara dengan nisab emas, yaitu 85 gram emas dan kadar zakat yang harus dikeluarkan 2,5% sedangkan waktu penunaian zakat adalah segera setelah menerima (tidak menunggu haul). Pelaksanaan zakat penghasilan perkebunan karet di Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo masih belum berjalan dikarenakan beberapa faktor diantaranya tingkat pemahaman akan zakat penghasilan ini masih kurang, tidak adanya bahan amil zakat daerah yang fungsional dan memberikan masukan pemahaman akan pentingnya zakat maal ini, tingkat kesadaran masyarakat akan kewajiban zakat perkebunan yang masih rendah dan kurangnya sosialisasi tentang zakat perkebunan karet yang menyebabkan masyarakat tidak paham akan adanya zakat perkebunan karet. Ditinjau dari hukum Islam zakat penghasilan perkebunan karet dapat diqiaskan dengan hadist yang menjelaskan bahwa getah karet bukanlah termasuk buah yang bisa dimakan, tetapi dapat dipersiapkan untuk diperjual belikan, zakat yang dibayarkan dari harganya. Dengan memperhitungkan zakat dari harga tersebut sekaligus mengandung arti besar nilai atau besarnya zakat untuk getah karet itu sama dengan zakat perniagaan atau perdagangan sesuai dengan fatwa MUI No. 3 Tahun 2003 tentang zakat penghasilan yang kadar zakatnya yaitu 2,5% dari harganya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Pelaksanaan Hukum Islam Terhadap Zakat Penghasilan Perkebunan Karet
Subjects: 000 Karya Umum
2x4 Fiqih
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 27 Nov 2020 03:02
Last Modified: 27 Nov 2020 03:03
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/6064

Actions (login required)

View Item View Item