HUKUM KELUARGA BERENCANA (KB) MENURUT TOKOH ISLAM (Studi Komparatif Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dan Abdullah bin Baz)

Gultom, Ade Irwan and Ash-Shiddiqi, M. Hasbi and Zaki, Muhammad (2020) HUKUM KELUARGA BERENCANA (KB) MENURUT TOKOH ISLAM (Studi Komparatif Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dan Abdullah bin Baz). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (HUKUM KELUARGA BERENCANA (KB) MENURUT TOKOH ISLAM (Studi Komparatif Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dan Abdullah bin Baz))
SKRIPSI ADE IRWAN GULTOM Watermark.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Hukum Keluarga Berencana (KB) Menurut Tokoh Islam (Studi Komparatif Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dan Abdullah bin Baz).” Tujuan penilitian ini adalah pertama: Untuk mengetahui maksud pembahasan yang dikemukakan oleh Yusuf Al-qaradhawi dan Abdullah Bin Baz kedua: untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pendapat dari kedua tokoh tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Jenis dan sumber data yang yaitu data primer dan data sekunder. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah yaitu dengan mengkaji dan menelaah berbagai buku dan kitab yang mempunyai relevansi dengan kajian skripsi ini. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan instrument analisis induktif dan konparatif, yaitu berangkat dari pengetahuan atau fakta yang bersifat khusus untuk mencapai kesimpulan umum, sedangkan konparatif ialah menganalisa data yang berbeda dengan jalan membandingkan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan serta factor-faktor yang melatar belakanginya. Adapun hasil dari penelitian ini ialah: pertama: pendapat Yusuf Al-Qaradhawi tentang masalh keluarga berencana beliau mengatakan dalam kitab nya Al-Halal Wa Al-Haram Fil Islam menyebutkan bahwa KB diperbolehkan dengan dasar kebolehan praktek „azl (coitus interruptus) yang sudah ada pada zaman Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pendapat Abdullah Bin Baz, KB dengan mencegah kehamilan adalah dilarang (haram). Ia berpendapat bahwa membatasi keturunan itu bertentangan dengan kemaslahatan umat islam karena menjadikan sedikit dan lemahnya kaum muslimin.kedua: bahwasanya Yusuf Al-Qaradhawi dan Abdullah bin Baz mempunyai persamaan dan perbedaan pendapat tentang masalah KB, persamaannya ialah: bahwasanya Yusuf Al-Qardhawi dan Abdullah bin Baz sama-sama membolehkan melakukan program Keluarga Berencana Karena adanya problem atau masalah yang terjadi, praktik Keluarga Berencana yang dimaksud tentunya berbagai macam cara, termasuk „azl, menggunakan pil, dan lainnya. Sedangkan perbedaannya ialah: Menurut Abdullah bin Baaz mengenai pelaksanaan Keluarga Berencana baik itu dengan cara sederhana seperti „azl maupun dengan cara yang sudah ada seperti menggunakan pil, kondom, dan lainnya pada dasarnya adalah haram, sedangkan Yusuf Al-Qaradhawi yang berpendapat bahwa hukum keluarga berencana yang disandarkan dengan hukum „azl adalah mubah/boleh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Keluarga Berencana, Yusuf Al-Qaradhawi, Abdullah bin Baz
Subjects: 000 Karya Umum
2x4 Fiqih
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 26 Nov 2020 04:10
Last Modified: 26 Nov 2020 04:11
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/5976

Actions (login required)

View Item View Item