SANKSI HUKUM ADAT TERHADAP PELAKU ZINA YANG SUDAH BERKELUARGA DI DUSUN TUO SEPUNGGUR KECAMATAN BATHIN II BABEKO DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA POSITIF

PRIANTO, ADE and Hasan, Hadri and Ramlah, Ramlah (2019) SANKSI HUKUM ADAT TERHADAP PELAKU ZINA YANG SUDAH BERKELUARGA DI DUSUN TUO SEPUNGGUR KECAMATAN BATHIN II BABEKO DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA POSITIF. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (SANKSI HUKUM ADAT TERHADAP PELAKU ZINA YANG SUDAH BERKELUARGA DI DUSUN TUO SEPUNGGUR KECAMATAN BATHIN II BABEKO DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA POSITIF)
ADE PRIANTO.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui sanksi hukum adat terhadap pelaku zina yang sudah berkeluarga di Dusun Tuo Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko dalam perspektif hukum pidana Islam dan hukum pidana positif. Skripsi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah sanksi hukum adat terhadap pelaku zina yang sudah berkeluarga di Dusun Tuo Sepunggur yaitu hukum adat sanksi bagi pelaku zina yang telah menikah adalah sebuah sanksi yang berupa denda/hutang yang dinamakan “serbo seratu” dan harus dibayar kepada masyarakat Dusun Tuo Sepunggur agara perzinahan tersebut tidak terjadi lagi dan membuat efek jera kepada si pelaku zina tersebut. Tinjauan hukum pidana Islam dan hukum pidana positif tentang pelaku zina yang sudah berkeluarga di Dusun Tuo Sepunggur yaitu pada dasarnya zina yang telah menikah dalam hukum Islam dan hukum adat adalah keduanya merupakan larangan, akan tetapi di Dusun Tuo Sepunggur terdapat sanksi yang sangat jauh berbeda dengan hukum Islam karena didasarkan atas petuah orang tua terdahulu secara turun temurun di masyarakat Dusun Tuo Sepunggur yang berlaku hingga sekarang. Dalam hukum Islam tidak ada hukum bagi palaku zina yang telah menikah itu membayar denda/hutang melainkan dirajam hingga menemui ajalnya, ini sangat jauh berbeda dengan hukum adat yang diterapkan di desa tersebut. Dalam hukum Islam sanksi bagi pelaku zina yang telah menikah adalah hukuman rajam yaitu dengan cara dilempari batu hingga menemui ajalnya dan hukuman ini telah terbukti adanya bahwa Nabi. vii

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
2x4 Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 19 Nov 2020 08:42
Last Modified: 19 Nov 2020 08:43
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/5780

Actions (login required)

View Item View Item