LARANGAN NIKAH SATU SUKU DAN CLAN DI NAGARI SUNGAI CUBADAK KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATRA BARAT AKIBATNYA MENURUT HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM

ANUGRAH, BUDI and Una, Sayuti and Mustika, Dian (2020) LARANGAN NIKAH SATU SUKU DAN CLAN DI NAGARI SUNGAI CUBADAK KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATRA BARAT AKIBATNYA MENURUT HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (LARANGAN NIKAH SATU SUKU DAN CLAN DI NAGARI SUNGAI CUBADAK KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATRA BARAT AKIBATNYA MENURUT HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM)
SHK.62101 LARANGAN NIKAH SATU SUKU DAN CLAN DI NAGARI SUNGAI CUBADAK KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATRA BARAT AKIBATNYA MENURUT HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul Larangan Nikah Satu Suku dan Clan di Nagari Sungai Cubadak Kecamatan Baso Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat Akibatnya Menurut Hukum Adat dan Hukum Islam. Sebagai tujuan antaranya untuk mengetahui larangan pernikahan satu suku di Nagari Sungai Cubadak, akibat larangan pernikahan satu suku menurut hukum adat dan hukum Islam. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: (1) Larangan pernikahan satu suku dan clan di Nagari Sungai Cubadak Kecamatan Baso Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat demi menjaga keturunan dan tetap dipertahankan karena sesuku itu dianggap masih bersaudara dan dianggap masih satu datuak/penghulu disebut dengan saparuik. Pernikahan satu suku adalah perbuatan yang tabu dan tidak diperbolehkan di Nagari Sungai Cubadak, adapun sanksi-sanksi adat bila terjadi pernikahan satu suku adalah Minta maaf, Ba abu bajantiak, Dibuang sepanjang adat dan Dibuang dinagari menurut sepanjang adat; (2) Akibat larangan pernikahan satu suku menurut hukum adat yang melakukan akan mendapatkan kutukan dalam biduk rumah tangga dan keluarga (tidak Sakinah, Mawaddah, Warahmah), diprediksikan tidak akan dikarunia keturunan, Ada pun keturunan yang terlahir akan mengalami kecacatan fisik dan keterbelakangan mental (akibat genetika), Kalau mereka mendapatkan keturunan maka keturunan diperkirakan akan buruk laku (berakhlak buruk), Rumah tangganya akan selalu dirundung pertekengkaran, perseteruan, Mereka yang kawin sesuku diyakini sebagai pelopor kerusakan hubungan dalam kaumnya (kalangan satu suku), Menimbulkan kesenjangan dalam tatanan sosial di mana akan dikucilkan dari masyarakat adatnya dan juga harus membayar denda dan menanggung malu dari pengucilan tersebut. (3) Tidak adanya hukum yang mengatakan bahwa pernikahan sesuku itu haram atau halal. Dengan demikian pada dasarnya pernikahan sesuku atau aturan tersebut adalah mubah boleh dilakukan siapa saja. Dan pandangan masyarakat tentang dampak buruk dari pernikahan sesuku perlu diluruskan kembali agar kemubahan atas larangan pernikahan sesuku ini terjaga. Islam tidak pernah melarang kawin berdasarkan suku baik Al-Quran maupun Hadis yang garis keturunan dari ibu sebagai faktor untuk tidak melangsungkan perkawinan. Karena masalah pelaksanaan dan segala persoalan yang berhubungan dengan perkawinan sesuku tidak diatur dalam Al-Quran maupun Hadist, maka penyelesainannya adalah melihat maslahat dan mudhorat sebagai kategori adat yang ada dalam masyarakat Nagari Sungai Cubadak Kecamatan Baso Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Larangan Nikah Satu Hukum Adat dan Hukum Islam
Subjects: 000 Karya Umum
2x4 Fiqih > 2x4.3 Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 18 Nov 2020 08:52
Last Modified: 18 Nov 2020 08:53
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/5524

Actions (login required)

View Item View Item