Uang Panai Bagi Masyarakat Suku Bugis di Desa Alang-Alng Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi

Sari, Juwita Nirmala and Ham, Muhsin and Habibullah, Habibullah (2020) Uang Panai Bagi Masyarakat Suku Bugis di Desa Alang-Alng Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Skripsi thesis, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (Uang Panai Bagi Masyarakat Suku Bugis di Desa Alang-Alang Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jbung Timur Provinsi Jambi)
UA160267 Judul – lampiran fulltext-dikonversi.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat Suku Bugis yang sangat kental dengan tradisi dan budaya, salah satunya yaitu Uang Panai. Terutama masyarakat Suku Bugis yang masih kental dengan kebudayaan asli Sulawesi Selatan. Bagi masyarakat Suku Bugis Uang Panai sangat penting dalam pernikahan adat Suku Bugis. Kebudayaan menyimpan nilai-nilai yang menjadi landasan pokok bagi penentu sikap terhadap dunia luar, bahkan menjadi dasar tingkah laku yang dilakukan sehubungan dengan pola hidup di masyarakat. Uang Panai adalah sejumlah uang yang wajib diberikan oleh calon suami kepada keluarga calon istri yang digunakan sebagai biaya dalam resepsi perkawinan. Uang Panai dalam perkawinan adat merupakan salah satu pra-syarat tidak ada Uang Panai, tidak ada perkawinan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (library research) yang bersifat kualitatif deksriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu; observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu: analisis historis, isi, penyajian data dan verifikasi data. Dari data yang terkumpul dianalisis kemudian ditarik kesimpulan, untuk memperoleh data yang valid diakukan uji keabsahan data dengan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa Uang Panai memiliki dasar yang kuat dalam kebudayaan masyarakat Suku Bugis. Hal inilah yang kemudian bagi masyarakat suku Bugis di jadikan salah satu sayarat dalam perkawinan, termasuk di Desa Alang-alang. Dimana budaya Uang Panai ditentukan tergantung perundingan kedua pihak. Hal ini ditandai dengan besaran Uang Panai yang diberikan calon suami kepada calon istri. Akhirmya penulis merekomendasikan kepada masyarakat Suku Bugis untuk tetap mempertahankan Uang Panai dan menjaga adat dalam Suku Bugis, namun tetap mempertimbangkan besaran Uang Panai tersebut sehingga Uang Panai tetap menjadi salah satu syarat dalam melaksanakan adat perkawinan dalam adat Suku Bugis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Uang, Panai, Suku Bugis
Subjects: 900 Sejarah, Geografi dan Disiplin Ilmu yang berkaitan
2x7 Filsafat dan Perkembangan > 2x7.1 Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
Date Deposited: 17 Nov 2020 03:41
Last Modified: 17 Nov 2020 03:41
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/5428

Actions (login required)

View Item View Item