PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KECELAKAAN OJEK SEPEDA MOTOR DITINJAU DARI ASPEK HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM

Ahyar, Ahyar and Ramlah, Ramlah and Adawiyah, Rabiatul (2018) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KECELAKAAN OJEK SEPEDA MOTOR DITINJAU DARI ASPEK HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

[img] Text
SHP141636_AHYAR_HUKUM PIDANA ISLAM - ahyar SH.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengungkap pertanggung jawaban pidana pengemudi ojek sepeda motor dalam hal terjadinya kecelakaan ditinjau dari aspek hukum positif dan hukum Islam di Kantor LPKNI Pattimura Kota Jambi. Sebagai tujuan antaranya untuk mengetahui tanggung jawab pengemudi ojek sepeda motor terhadap penumpang yang mengalami kecelakaan ditinjau dari hukum positif dan hukum Islam dan untuk mengetahui penyelesaian yang dapat ditempuh penumpang ojek sepeda motor apabila mengalami kecelakaan. Skripsi ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris dengan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: (1) Tanggungjawab pengemudi ojek sepeda motor terhadap penumpang yang mengalami kecelakaan ditinjau dari aspek hukum positif tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian dalam Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun, namun dikarenakan adanya upaya perdamaian maka dapat meringankan putusan hakim di persidangan ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tindak pidana kecelakaan lalu lintas dan akan menimbulkan tekanan psikologis kepada para pengemudi kendaraan lainnya agar takut melakukan tindak pidana kecelakaan lalu lintas. Sedangkan hukum Islam melihat apabila dari tindakanya dan kepatutannya sebagai seseorang yang memiliki akal pikiran, maka seseorang yang dewasa dan memiliki akal pikiran (mukallaf) bisa dimintai pertanggungjawabanya bila terbukti melakukan tindak pidana berdasarkan perbuatan yang dilarang untuk dikerjakan dan pelaku mengetahui akibat-akibat dari perbuatan yang dilakukan (2) Penyelesaian yang dapat ditempuh penumpang ojek sepeda motor apabila mengalami kecelakaan memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan atau biaya pemakaman. Apabila kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan pelaku telah bertanggungjawab kepada keluarga korban serta terjadi perdamaian dengan dibuktikan surat perdamaian, hal tersebut dapat menghapus tuntutan pidana kepada pelaku, sehingga polisi tidak berhak melakukan penyidikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: hukum Islam, pidana Islam, sanksi kecelakaan
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 04 Dec 2019 03:44
Last Modified: 04 Dec 2019 03:44
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/505

Actions (login required)

View Item View Item