SEJARAH DESA PENEROKAN KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI TAHUN 1935-2018

WARYANTI, WARYANTI and Huda, Syamsul and Gunawan, Hendra (2020) SEJARAH DESA PENEROKAN KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI TAHUN 1935-2018. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (SEJARAH DESA PENEROKAN KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI TAHUN 1935-2018)
SKRIPSI WARYANTI.pdf - Published Version

Download (5MB)

Abstract

Sejarah munculnya desa memiliki peranan penting pada pertumbuhan desa di masa mendatang. Penelitian ini membahas tentang Sejarah Desa Penerokan Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari pada tahun 1935-2018. Tujuan penelitian ini yang pertama, untuk mengetahui bagaimana Sejarah Munculnya Desa Penerokan pada tahun 1935-2018. Kedua, untuk memahami Sejarah Kepemimpinan Kepala Desa Penerokan. Ketiga, untuk melihat perkembangan kehidupan sosial masyarakat di Desa Penerokan Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, metode ini memiliki empat tahap penelitian yaitu Heuristik (Pengumpulan Data), Verifikasi (Kritik Sumber), Interpretasi (Analisis Fakta Sejarah), dan Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sejarah Desa Penerokan berdiri pada tahun 1935. Berdasarkan sumber yang pertama pada tahun 1939, menurut legenda masyarakat setempat dinamakan Dusun Terok karena wilayah tersebut memiliki sebuah sungai yang cukup besar dan terdapat ikan yang banyak. Kemudian masyarakat membuat alat dari bambu untuk mengambil ikan di sungai, dan alat tersebut dikenal dengan “Terok”. Sedangkan berdasarkan sumber yang kedua pada tahun 1944, Dusun Terok menjadi catatan sejarah atas kedatangan bangsa kolonial yaitu orang-orang Belanda di Provinsi Jambi pada umumnya. Pada saat itu, orang-orang Belanda melakukan ekspedisi pengelolaan minyak di wilayah Kelurahan Bajubang. Kemudian mereka menjadikan wilayah Dusun Terok sebagai daerah singgahan atau transit untuk meletakkan barang-barang keperluan sehari-hari, selama melakukan aktivitas di Wilayah Bajubang. Hal ini yang menjadikan masyarakat setempat menyebut wilayah Dusun Terok sebagai Kampung Penarukan. Kemudian seiring berjalannya waktu, dengan adanya UU No. 05 Tahun 1979 yang mengatur tentang desa. Kampung Penarukan berubah menjadi Desa Penerokan pada masa kepemimpinan bapak Iyan Susanto. Pada saat itu orang-orang Belanda tidak ikut campur tangan pada pemerintahan Desa Penerokan sebab tujuan utamanya melangsungkan eksploitasi minyak di Bajubang. Perkembangan desa dari periode ke periode kepemimpinan kepala desa, mengalami perubahan secara signifikan.. Hal ini disebabkan oleh kinerja yang diterapkan kepala desa yang berbeda-beda. Pada masa kepemimpinan bapak H. Sukirman, Desa Penerokan mengalami peningkatan dalam berbagai aspek desa. Setelah itu sempat menurun, namun meningkat kembali pada masa bapak Sugiono yang didukung oleh ADD (Anggaran Dana Desa) dari pusat dan staf-staf yang mumpuni untuk memperdayakan masyarakat dan membangun desa. Salah satu peningkatan ini terbukti dengan diadakannya pemilihan kelapa desa pertama menggunakan E-Voting yang diselengkarakan oleh pemerintah Desa Penerokan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Desa Penerokan, Kepemimpinan, Pembangunan Desa
Subjects: 000 Karya Umum
900 Sejarah, Geografi dan Disiplin Ilmu yang berkaitan
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Fakultas Adab dan Humaniora Fakultas Adab dan Humaniora
Date Deposited: 03 Nov 2020 04:21
Last Modified: 03 Nov 2020 04:21
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/5026

Actions (login required)

View Item View Item