TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG SEWA MENYEWA TANAH UNTUK PRODUKSI BATU BATA DI DESA MUARO PIJOAN KABUPATEN MUARO JAMBI PROVINSI JAMBI

OKTAVIANSYAH OKKY SAPUTRA, SHE.162073 and Maani, Bahrul and Sasnifa, Pidayan (2020) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG SEWA MENYEWA TANAH UNTUK PRODUKSI BATU BATA DI DESA MUARO PIJOAN KABUPATEN MUARO JAMBI PROVINSI JAMBI. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
SHE162073.TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG SEWA MENYEWA TANAH UNTUK PRODUKSI BATU BATA DI DESA MUARO PIJOAN KABUPATEN MUARO JAMBI PROVINSI JAMBI.pdf

Download (2MB)

Abstract

Hukum Islam Tentang Sewa Menyewa Tanah, Produksi Batu Bata Sewa menyewa atau di dalam Fiqh disebut Ijarah adalah akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian. Penelitian tentang terjadinya akad sewa menyewa tanah di Desa Pijoan Muaro Jambi dalam produksi batu bata ini ditujukan pada kedua belah pihak yang melakukan perjanjian dan akad yang membangun terjadinya perjanjian ini.Adapun hasil penelitian yang dapat dipaparkan peneliti, sebagai berikut : Pelaksanaan sewa menyewa tanah sawah di Desa Pijoan Muaro Jambi merupakan kesepakatan yang terjadi secara adat. Perjanjian dilakukan antara dua pihak, pemilik tanah dan penyewa atau pembuat batu bata. terdapat 3 (tiga) macam pelaksaan akad yang terjadi dalam sewa menyewa ini. Pertama, pihak penyewa menyewa tanah hanya untuk tempat produksi batu bata, kedua pihak penyewa menyewa tanah digunakan untuk tempat produksi sekaligus pengambilan tanah untuk bahan baku batu bata, ketiga pihak penyewa menyewa tanah untuk diambil tanahnya guna bahan baku produksi batu bata. Menurut pandangan hukum Islam, praktik sewa menyewa tersebut sah menurut rukun dan syaratnya. Tetapi ditinjau dari segi akad, dalam pelaksanaannya tidaklah tepat.Akad yang tepat dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa di Desa Pijoan Muaro Jambi ini ada tiga macam karena terdapat tiga jenis pelaksaan akad yang berbeda pula. Akad yang pertama adalah akad sewa menyewa murni, dimana pihak penyewa hanya menyewa tanah untuk tempat produksi batu bata saja. Akad yang kedua adalah multi akad, atau al-‘uqud al- murakkabah. Karena terhimpunnya dua akad, yaitu akad ijarah (sewa menyewa) dan bai’ (jual beli). Karena dalam pelaksaanaannya, penyewa tanah menyewa tanah untuk produksi batu bata, tetapi juga membeli material tanah sebagai bahan baku pembuatan batu bata. Akad yang ketiga adalah akad jual beli (bai’). Dimana pihak penyewa bukan menyewa tanah untuk produksi batu bata, melainkan mengambil material tanah untuk bahan produksi batu bata

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: HUKUM ISLAM,SEWA MENYEWA,BATU BATA
Subjects: 000 Karya Umum
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 27 Jul 2020 07:10
Last Modified: 27 Jul 2020 07:10
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/4285

Actions (login required)

View Item View Item