PERLINDUNGAN ANAK PASCA PERCERAIAN (ANALISIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM DI PENGADILAN AGAMA KOTA JAMBI)

ADRIAN MILADI, MHI 152778 and Sulaiman, Saman and Subhan, Subhan (2020) PERLINDUNGAN ANAK PASCA PERCERAIAN (ANALISIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM DI PENGADILAN AGAMA KOTA JAMBI). Tesis thesis, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (PERLINDUNGAN ANAK PASCA PERCERAIAN ( ANALISIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM DI PENGADILAN AGAMA KOTA JAMBI))
Adrian Miladi.pdf - Published Version

Download (23MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlindungan anak pasca perceraian (studi terhadap putusan hakim di Pengadilan Agama Kota Jambi). Pertanyaan utama/pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana putusan Hakim mengenai hak asuh dan hidup atas biaya nafkah anak pasca terjadinya perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi keterpercayaan hasil penelitian diperoleh dengan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketelitian pengamatan, triangulasi data dan konsultasi pembimbing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa kecenderungan hakim di Pengadilan Agama Kota Jambi untuk menetapkan hadhonah dengan mengacu pada hukum positif dalam Pasal 105 (a) KHI yang menyatakan dalam hal terjadinya perceraian Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Majelis Hakim dalam pengambilan keputusan mengenai hak nafkah anak berdasarkan ketentuan pasal 41 huruf (b) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974, yang menyatakan Akibat putusnya perkawinan karena perceraian bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu, bilamana bapak dalam kenyataannya tidak dapat memberi kewajiban tersebut pengadilan dapat menentukan bahwa ikut memikul biaya tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah perlindungan terhadap nafkah anak pasca perceraian sangat lemah dan rentan sekali penyelewengan dan sangat bergantung dengan niat baik dan rasa tanggung jawab dari ayah si anak. Sekaligus memperlihatkan bahwa pasca perceraian kemungkinan besar ibu mendapat kewajiban ganda akibat perceraian tersebut, yaitu kewajiban untuk memelihara anak dan kewajiban untuk menafkahi anak. Sedangkan ayah yang melalaikan kewajibannya tidak dapat dituntutu ntuk membayar hutang nafkah yang dilalaikannya tersebut.

Item Type: Thesis (Tesis)
Keywords / Katakunci: Hak Anak, Putusan Hakim
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.3 Munakahat
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Pascasarjana > Magister > Prodi Ilmu Syariah > Konsentrasi Metodologi Pemikiran Hukum Islam
Depositing User: Pascasarjana
Date Deposited: 10 Jul 2020 02:36
Last Modified: 10 Jul 2020 02:36
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/3884

Actions (login required)

View Item View Item