“MAKNA SIMBOLIS AYAM KODOK PRA PERNIKAHAN SUKU MELAYU KELURAHAN TELUK DAWAN KECAMATAN MUARA SABAK BARAT KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR”

Murniati, (2018) “MAKNA SIMBOLIS AYAM KODOK PRA PERNIKAHAN SUKU MELAYU KELURAHAN TELUK DAWAN KECAMATAN MUARA SABAK BARAT KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR”. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
Skripsi Murniati AS131328, Sejarah Peradaban Islam - murni ati.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini, yang menjadi latar belakang penulis sehingga tertarik untuk mengkaji sebuah judul “Makna Simbolis Ayam Kodok Pra Pernikahan Suku Melayu Kelurahan Teluk Dawan Kecamatan Muara Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur”. yaitu bahwa tradisi ini dilakukan pada saat satu hari menjelang pernikahan yang dilaksanakan oleh pihak perempuan sebagai hantaran wajib kepada pengantin laki-laki. Hantaran Ayam Kodok ini dilaksanakan oleh masyarakat Kelurahan Teluk Dawan dan sudah menjadi warisan turun temurun dalam acara satu hari menjelang pernikahan dilaksanakan. penelitian ini adalah penelitian yang berbentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan emik. Dimana penelitian ini bertujuan untuk menemukan, bagaimana sejarah dari tradisi Ayam Kodok, mengapa masyarakat masih mempertahankan tradisi Ayam Kodok dan apa makna simbolis dari Ayam Kodok tersebut. Data diperoleh dengan cara mengumpulkan data-data penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang sejarah tradisi Ayam Kodok karena sejak tahun 1948 Ayam Kodok ini sudah ada dan dikenal sebagai hantaran wajib dalam acara satu hari sebelum menjelang pernikahan, Ayam Kodok ini juga di ambil dari bahasa melayu yaitu Godok yang lama kelmaan pengucapan Ayam Godok ini berubah menjadi Kodok Karen Ayam Kodok ini seriung di ucapkan dari murut kemulut oleh orang melayu dan sudah menjadi kebiasaan maka berubahlah penyebutan Ayam Godok menjadi Ayam Kodok.Alasan masyarakat suku Melayu masih mempertahankan tradisi Ayam Kodok ini karena sebagai salah satu bentuk rasa penghormatan atau rasa terimakasih dari pihak keluarga perempuan karena sudah bersedia menikahi anaknya. untuk melestarikan budaya lokal dan juga sebagai penghormatan terhadap nenek moyang atau leluhur. Sebab bagi mereka tidak mungkin meninggalkan tradisi ini karena tradisi ini telah dilakukan bertahun-tahun lamanya hingga sampai saat ini, tradisi Ayam Kodok tetap dilakukan. Maka dari itu, hal ini perlu dikembangkan dan dilestarikan eksistensinya. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa tradisi Ayam Kodok bisa dijadikan sebagai ciri khas dari Kelurahan Teluk Dawan. Makna simbolis yang terkandung pada Ayam Kodok Ayam, Telur, Benang, wortel, cabe merah, cabe hijau, kol putih dan wadah sebagai tempat Ayam Kodok makna yang terkandung dari simbol ini adalah bermakna sebagai do’a keselamatan, keberkahan dari Allah SWT dan kebahagiaan dalam rumah tangga kelak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Sejarah Tradisi Ayam Kodok, Masyarakat Masih Mempertahankan Tradisi Ayam Kodok, Makna Simbolis.
Subjects: 300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 13 Sep 2019 03:38
Last Modified: 30 Oct 2019 06:54
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/362

Actions (login required)

View Item View Item