NILAI-NILAI ETIKA DALAM CERITA TAPA MALENGGANG KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI

Sakinah Rahmah, UA160270 and Sagap, Sagap and Arifullah, Mohd. (2020) NILAI-NILAI ETIKA DALAM CERITA TAPA MALENGGANG KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (NILAI-NILAI ETIKA DALAM CERITA TAPA MALENGGANG KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI)
UA.160270_SAKINAH RAHMAH_AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam memahami nilai-nilai etika dalam cerita Tapa Malenggang di Kecamatan Muara Bulian, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai etika dan mengangkat cerita Tapa Malenggang yang terdapat di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis eksploratif dengan pendekatan sosiologi.objek penelitian ini adalah cerita Tapa Malenggang tang terdapat di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari. subjek penelitian adalah kepala Camat beserta anggotanya, Lembaga Adat Kabupaten Batanghari, Relawan Tapa Malenggang, tokoh masyarakat dan warga yang terdapat di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari. data dikumpulkan dengan cara wawacara dan observasi, kemudia menggunakan pendukung dokumen lainnya, hasilnya penulis menemukan bahwa : pertama, cerita Tapa Malenggang di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari merupakan ciri khas Batanghari serta icon Batanghari. cerita ini berhubungan erat dengan lambang Batanghari atau prinsip-prinsip bumi Batanghari yaitu Serentak Bakregam, yang memiliki arti Seiya Sekata. kedua, Arti dari cerita Tapa Malenggang adalah ikan yang meliuk-liuk di air di sungai Batanghari.cerita Tapa Malenggang ini adalah anak rajo kayangan atau alam pintu langit dan titisan dewa, ayahnya bernama Sati Manggung dan ibu nya bernama Sicindai Laut adalah kedewa-dewaan. Sati Menggung mempunyai 3 anak yaitu anak pertama adalah Mambang Diawan (Tapa Malenggang), anak kedua yaitu Mambang Dibulan (Tapa Kudung) dan anak terakhirnya Yaitu Mambang Sakti (Tapa Tima) .cerita Tapa Malenggang berawal dari kisah Mambang Diawan Bersama adik-adiknya yang hendak menjemput jodohnya di dunia. berkat keinginan yang kuat,kegigihan serta perjuangan yang besar untuk bertemu calon istri,akhirnya usahanya berhasil, Tapa Malenggang dan Putrri Semampai Kusuma Menikah dan hidup bahagia.sejarah Tapa Malenggang bermula seperti legenda atau dongeng yang terbukti kenyataannya. karena terdapat bukti sejarah yang ada di Kabupaten Batanghari seperti Tugu Tapa Malenggang, tempat Bersejarah Suku Anak Dalam (SAD) Bathin 9 serta tempat bersejarah di sungai Batanghari.setiap cerita Tapa Malenggang di Kecamatan Muara Bulianterdapat Nilai-nilai Etika yaitu Nilai Material, Nilai Kerohanian dan Nilai Vital.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: cerita Tapa Malenggang, Sejarah, Nilai-nilai Etika
Subjects: 900 Sejarah, Geografi dan Disiplin Ilmu yang berkaitan
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
Date Deposited: 15 Jun 2020 07:40
Last Modified: 15 Jun 2020 07:40
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/3331

Actions (login required)

View Item View Item