ANALISIS PUTUSAN NO. 8/Pid.Sus-Anak/2018/PT JMB TENTANG SANKSI TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK DI PENGADILAN TINGGI JAMBI

MIFTAH NUR CHAIRIL, SHP.162179 and Ramlah, Ramlah and Razak, Abdul (2020) ANALISIS PUTUSAN NO. 8/Pid.Sus-Anak/2018/PT JMB TENTANG SANKSI TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK DI PENGADILAN TINGGI JAMBI. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
MIFTAH NUR CHAIRIL-SHP162179.pdf

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini tujuan untuk mengetahui apa dasar hukum pertimbangan hakim dalam perkara No. 8/Pid.Sus-Anak/2018/PT JMB pemerkosaan anak dibawah umur di Pengadilan Tinggi Jambi, bagaimana penerapan sanksi dalam putusan perkara No. 8/Pid.Sus-Anak/2018/PT JMB pemerkosaan anak dibawah umur di Pengadilan Tinggi Jambi, Analisis Putusan Hakim dan Penerapan Sanksi dalam Perkara No. 8/Pid.Sus-Anak/2018/PT JMB, apa sanksi tindak pidana pemerkosaan anak dibawah umur dalam KUHP dan Hukum islam. Skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisa data yuridis Emperis dan penelitian normatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: Dasar hukum pertimbangan hakim terhadap pelaku tindak pidana pemerkosaan yang dilakukakan ADJ, terdakwa diperiksa dan diadili di Pengadilan Tinggi Jambi dalam sidang anak yang tertutup untuk umum. Baik Jaksa Penuntut Umum maupun Hakim Tingkat Pertama : Melanggar Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Anak dipenjara selama 6 (enam) tahun dan pidana denda sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah), apabila denda tersebut tidak dibayar maka anak harus mejalani latihan kerja sosial di Dinas Sosial Kota Jambi selama 3 (tiga) bulan. Menurut penulis putusan yang dijatuhkan oleh Hakim terhadap terdakwa tergolong berat, mengingat terdakwa ini masih dibawah umur dan anak yang berhadapan dengan hukum terpengaruh oleh orang dewasa. Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap didalam berkas perkara saksi OCW dan saksi zora belum menguatkan bahwa tersangka anak ABJ melakukan serangkaian kebohongan OCW dengan mengatakan akan mengajak jalan-jalan kerumah neneknya namun faktanya anak dibawah ke dusun untuk diperkosa sebagaimana pesan temanteman anak jika ingin menggunakan sabu gratis, Sanksi hukuman dalam hukum islam ialah sebagaimana hukuman orang yang berzina. Jika dia sudah menikah maka hukumannya berupa dirajam, dan jika pelakunya belum menikah maka dihukum cambuk seratus kali serta diasingkan selama satu tahun. Sanksi pidana pemerkosaan anak dalam KUHP di penjara maksimum 9 (Sembilan) tahun dan undang-undang No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, penjatuhan sanksi pidana berupa pidana penjara dengan penambahan maksimum umum pidana penjara adalah 15 tahun dan minimun khusus 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 dan paling sedikit Rp60.000.000,00. hakim memiliki kebebasan dalam menentukan pemidanaan sesuai dengan pertimbangan hukum dan nuraninya, Undang –undang memberikan kebebasan kepada hakim untuk menjatuhkan pidana antara maksimum dan minimum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Sanksi, Pemerkosaan, Anak
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 08 Jun 2020 03:49
Last Modified: 08 Jun 2020 03:49
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/3224

Actions (login required)

View Item View Item