NILAI-NILAI ESTETIKA DALAM PAKAIAN ADAT PENGANTIN MELAYU (STUDI DI DESA MUARA MADRAS, KECAMATAN JANGKAT, KABUPATEN MERANGIN)

NIA NURSAKTILA, UA160269 and Munir, Ied Al and Nilyati, Nilyati (2020) NILAI-NILAI ESTETIKA DALAM PAKAIAN ADAT PENGANTIN MELAYU (STUDI DI DESA MUARA MADRAS, KECAMATAN JANGKAT, KABUPATEN MERANGIN). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (Nilai-nilai Estetika dalam Pakaian Adat Pengantin Melayu (Studi di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin))
UA160269 Judul - lampiran fulltext.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini adalah studi tentang nilai-nilai estetika dalam pakaian adat pengantin Melayu di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam memahami nilai estetika dalam pakaian adat pengantin Melayu di Desa Muara Madras sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai estetis yang terkandung dalam pakaian adat pengantin Melayu yang terdapat di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Penulis melakukan penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Objek penelitian ini adalah pakaian adat pengantin Melayu yang terdapat di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Subjekpenelitiannya adalah kepala desa beserta perangkat desa, pemangku adat, warga desa, serta penata rias pakaian adat pengantin Melayu yang terdapat di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dandokumentasi. Dari data yang telah terkumpul dianalisis kemudian ditarik kesimpulan, untuk memperoleh data yang valid dilakukan uji keabsahan data dengan metode triangulasi sumber. Hasilnya penulis menemukan bahwa: Pertama,sejarah dan perkembangan pakaian adat pengantin Melayu merupakan hasil pengadopsian dari budaya Arab berupa jubah berwarna hijau untuk pakaian adat pengantin pria dan budaya Cina berupa sunting untuk pengantin wanita sementara baju kebaya, songket dan aksesoris lainnya dari Melayu. Kedua, unsur-unsur pakaian adat pengantin Melayu di Desa muara Madras berupa:Unsur garis,yaitu garis yang bersifat non formal dan cukup luwes, lembut dan lemah gemulai. Unsur shape atau bagun, yaitu objek dalam motif pakaian adat pengantin Melayu di Desa Muara Madras bersumber pada alam seperti motif bunga, dedaunan dan sebagainya.Unsur texture atau rasa permukaan bahan, yaitu tekstur buatan seperti kain beledru, sutra dan sebagainya. Unsur warna, yaitu warna merah pada pakaian merupakan simbol kegembiraan pengantin yang sedang mengadakan pesta pernikahan, warna hijau simbol dari budi luhur pengantin dan sebagainya. Unsur desain,yaitu unsur ruang dan waktu,ruang dalam pakaian adat pengantin Melayu di Desa Muara Madras merupakan ruang nyata karena bentuk dan ruang dapat dibuktikan dengan indra peraba sementara waktupun dibutuhkan untuk memahami sebuah karya seni sehingga mencapai kedalaman estetika. Ketiga, teori dan nilai-nilai estetika yang terkandung dalam pakaian adat pengantin Melayudi Desa Muara Madras, diwujudkan dalam bentuk stuktur pakaian, tata rias kepala dan perhiasan. Akhirnya penulis merekomendasikan kepada warga Desa Muara Madras untuk dapat memahami nilai-nilai estetika yang terkandung dalam pakaian adat pengantin Melayu agar tetap lestari sepanjang zaman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Nilai, Estetika, Pakaian Adat
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
Date Deposited: 11 Jun 2020 01:34
Last Modified: 11 Jun 2020 01:34
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/3184

Actions (login required)

View Item View Item