MAKNA SIMBOLIS PECAH TELUR PADA PROSESI PERKAWINAN SUKU JAWA STUDI KASUS DI DESA CATUR RAHAYU KECAMATAN DENDANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR (KAJIAN ETNOGRAFI)

Siti Komariah, AS140413 and Mailinar, Mailinar and Aminuddin, Aminuddin (2018) MAKNA SIMBOLIS PECAH TELUR PADA PROSESI PERKAWINAN SUKU JAWA STUDI KASUS DI DESA CATUR RAHAYU KECAMATAN DENDANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR (KAJIAN ETNOGRAFI). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
Skripsi, Siti Komariah AS140413, Sejarah Peradaban Islam -1 - siti komariah.pdf

Download (4MB)

Abstract

Jambi adalah salah satu dari provinsi di Indonesia dikenal dengan masyarakat yang heterogen. Penduduk Jambi terdiri dari berbagai etnis dan suku. Terdiri dari penduduk asli dan pendatang. Masyarakat Jawa merupakan salah satu suku pendatang yang terdapat di Jambi. Mereka pindah ke Jambi tidak hanya membawa keluarga tetapi mereka juga membawa kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupannya. Kebudayaan merupakan seperangkat sistem nilai, tradisi. Tradisi-tradisi yang diatur oleh pola-pola ideal yang ada dalam masyarakat, yang mempunyai makna dan tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan masyarakatsetempat terhadap nilai-nilai yang mereka yakini. Kepercayaan masyarakat Jawa terhadap tradisi bisa dalam bentuk ketika akan melaksanakan suatu pernikahan si pengantin harus melakukan Pecah Telur, yang masyarakat beranggapan bahwa Pecah Telur merupakan sesuatu yang mengandung peralihan tingkat hidup manusia menunjukkan bahwa makin luasnya lingkungan sosial yang dia hadapi, oleh sebab itu upacara peralihan (rites de passage) dimaksudkan untuk menolak bahaya ghaib yang mengancam individu tersebut. Penelitian ini adalah penelitian yang berbentukdeskriptifkealitatif kajian etnografi,denganmenggunakanmetodestudikasus. Dimana penelitian ini bertujuan untuk menentukan, bagaimana prosesi tradisi pecah telur,mengapa masyarakat masih mempertahankan dan makna simbolis yang terkandung pada tradisi pecah telur. Data diperoleh dengan cara mengumpulkan data-data penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data penelitian menggunakan tekhnik Analasis Domain(kategorisasi), Analisa Taksonomi(menjabarkan kategori), Analisis Komponensial (mencari perbedaan spesifik) dan Analisis Tema Budaya(mencari hubungan/benang merah). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa alasan masyarakat suku Jawa masih mempertahankan tradisi pecah telur ini sarana untuk saling mempererat silaturahmi, untuk melestarikan budaya lokal dan juga sebagai penghormatan terhadap nenek moyang. Sebab bagi mereka tidak mungkin meninggalkan tradisi ini karena tradisi ini telah dilakukan bertahun-tahun lamanya hingga sampai saat ini, tradisi pecah telur tetap dilakukan. Maka dari itu, hal ini perlu dikembangkan dan dilestarikan eksistensinya. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa tradisi pecah telurbisa dijadikan sebagai ciri khas dari Desa Catur Rahayu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK
AuthorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Additional Information: Mailinar (I); Aminuddin (II)
Keywords / Katakunci: Prosesi Pecah Telur, Masyarakat Masih Mempertahankan dan Makna Simbolis
Subjects: 2x9 Sejarah Islam dan Biografi
300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 26 Aug 2019 04:30
Last Modified: 29 Apr 2020 12:37
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/317

Actions (login required)

View Item View Item