PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP RESIDIVIS PENCURIAN (STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI JAMBI DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN JAMBI)

QOMARIATUL KARIMAH, SHP.162188 and Rafika, Rafika and Sulhani, Sulhani (2020) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP RESIDIVIS PENCURIAN (STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI JAMBI DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN JAMBI). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP RESIDIVIS PENCURIAN (STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI JAMBI DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN JAMBI))
QOMARIATUL KARIMAH-SHP162188.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan (1) untuk mengetahui faktor penyebab recidive tindak pidana pencurian di Kota Jambi, (2) Untuk mengetahui pertanggung jawaban pidana bagi recidive tindak pidana pencurian di Pengadilan Negeri Jambi, (3) Untuk mengetahui upaya pencegahan recidive tindak pidana pencurian di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris yaitu cara prosedur yang dipergunakan untuk memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu. Hasil penelitian bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi narapidana tindak pidana pencurian kendaraan bermotor melakukan tindak pidana kembali (menjadi residivis) adalah faktor ekonomi, faktor lingkungan dan factor kurangnya efek jera penjatuhan sanksi. Faktor-faktor tersebutlah yang sebenarnya mempengaruhi para mantan narapidana menjadi residivis. Faktor ekonomi ini menjadi faktor utama seseorang mengulangi kejahatan yang sudah pernah dilakukan, karena faktor ini meliputi urusan keseharian mereka, keluarga, dan pendidikan anak. Faktor lingkungan juga merupakan faktor pendorong mantan narapidana kembali melakukan tindak pidana, karena setelah mantan narapidana ini keluar dari Lapas, mereka tidak punya pekerjaan sehingga terjadi penjahat kambuhan.Pertangungjawaban Pidana Bagi Recidive Tindak Pidana Pencurian di Pengadilan Negeri Jambi menurut hakim Pengadilan Jambi tidak melihat berdasar fakta secara keseluruhan dari data yang diperoleh, jelas perilaku recidive itu memenuhi rumusan delik seperti bersifat melawan hukum, pelaku recidive melakukan tindak pidana pencurian diatur dalam pasal 362, 363, 364 dan 365 KUHP jelas dapat dijatuhi pidana dan bersifat delik dolus (kesengajaan). Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir tindak recidive terdiri atas upaya preventif dan upaya represif. Upaya prefentif yang dilakukan dalam meminimalisir tindak kejahatan adalah dengan cara menyampaikan himbauan kepada masyarakat melalui pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda dan tokoh agama, dengan cara menyambangi sekolah-sekolah serta tempat-tempat yang rawan terhadap tindak pidana pencurian sepeda motor ini. Upaya represif yang dilakukan oleh Polresta Jambi berupa penangkapan terhadap pelaku tindak kejahatan pencurian kendaraan roda dua.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Pertanggungjawaban, Recidive
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 08 Jun 2020 04:17
Last Modified: 08 Jun 2020 04:17
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/3160

Actions (login required)

View Item View Item