TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UANG HANTARAN DALAM TRADISI DESA SUNGAI TELANG KECAMATAN BATHIN III ULU KABUPATEN BUNGO

A.Yani, SHK 162092 and Hidayati, Rahmi and Alfian, Elvi (2020) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UANG HANTARAN DALAM TRADISI DESA SUNGAI TELANG KECAMATAN BATHIN III ULU KABUPATEN BUNGO. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (Tinjauan hukum islam terhadap uang hantaran dalam tradisi desa sungai telang kecmatan bathin III ulu kabupaten bungo)
A Yani SHK162092.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

tinjauan hukum islam terhadap uang hantaran dalam tradisi desa sungai telang kecamatan bathin III ulu kabupaten bungo: skripsi ini dilatarbelakangi dengan adanya realita yang terjadi di dalam masyarakat bahwa dalam tinjauan tradisi ini. Penulis melihat kejanggalan kejanggalan yang tidak sesuai dengan hukum islam, di antara kejanggalan didalam pelaksanaan tersebut yaitu tradisi ini dirasakan banyak masyarakat memberatkan seseorang yang akan melakukan pernikahan hal ini disebabkannya uang hantaran kawin, selain itu tradisi ini menjadi penyebab terhalangnya seseorang untuk menikah diakibatkan tidak terpenuhinya permintaan tersebut sehingga pernikahan dibatalkan. Didalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian yang bersifat lapangan yang berlokasi di desa sungai telang kec. Bathin III ulu kab. Bungo dengan menggunakan observasi wawancara dan data kualitatif yang berasal dari observasi dan wawancara. Dengan menggunakan observasi dan wawancara setelah mengkaji dan memahami dari hasil tinjauan hukum islam terhadap uang hantaran didesa sungai telang kec. Bathin III ulu kab. Bungo. Dapat dipahami bahwa sanya uang hantaran kawin hanyalah pemberian dalam perkawinan saja untuk membentuk pernikahan.oleh karena itu berdasarkan realita tersebut, penulis dapat ambil kesimpulan bahwa tradisi penetapan uang hantaran nikah ini hukum nya makruh namun apabila sampai menyebabkan seseorang itu pelakukan perzinaan maka tradisi permintaan uang hantaran yang bersifat mengikat yang telah ditetapkan jumlahnya, sehingga berakibat dibatalkan nya suatu pernikahan jika tidak dipenuhi permintaan itu sebagaimana mestinya, akhirnya penulis dapat menyimpulkan, apabila seseorang ingin menerapkan tradisi ini dalam pernikan boleh saja dengan syarat tidak adanya penetapan jumlah uang hantaran nikah tersebut dari dana suka rela antara keduabelahpihak serta tidak merugikan dan memberatkan satu sama lainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: adat hantaran dalam tradisi sungai telang
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 18 May 2020 01:47
Last Modified: 18 May 2020 01:47
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/3117

Actions (login required)

View Item View Item