DENDA ADAT BAGI PELAKU ZINA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KOTO RAYO, KECAMATAN TABIR, KABUPATEN MERANGIN, PROVINSI JAMBI)

AL MIZON, SHK141596 and Ahmad, Baharuddin and Mustika, Dian (2018) DENDA ADAT BAGI PELAKU ZINA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KOTO RAYO, KECAMATAN TABIR, KABUPATEN MERANGIN, PROVINSI JAMBI). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
SKRIPSI-AL MIZON BOOKMARK - mizom al.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Denda Adat Bagi Pelaku Zina Ditinjau dari Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Koto Rayo, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan denda adat bagi pelaku zina dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap denda adat bagi pelaku zina berdasarkan adat di Desa Koto Rayo, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif-empiris dan merupakan jenis penelitian kualitatif (field research). Penelitian ini juga menggunakan pendekatan live case study yaitu pendekatan pada suatu peristiwa hukum yang prosesnya masih berlangsung atau belum berakhir. Sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan data-data yang diperoleh melalui wawancara melalui pemangku adat dan perangkat desa Koto Rayo hukum adat tetap diberlakukan bagi pelaku zina disamping karena belum terkodifikasinya hukum mengenai pelaku zina dalam hukum positif Indonesia. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal: pertama, dalam Islam hukuman bagi pelaku zina adalah dicambuk dan dirajam yang telah Allah jelaskan dalam Al-Quran dan Hadist Rasulullah. Sedangkan dalam adat cukup dengan membayar hutang yang ditetapkan oleh pemangku adat melalui musyawarah adat. Kedua, jika dilihat dari bentuk sanksinya hukum adat menyalahi hukum Islam karena dalil atau nash tentang ayat zina dilalahnya bersifat qathi. Namun jika dilihat dari segi tujuan hukum yang hendak dicapai hukum adat dan Islam memiliki kesamaan yaitu, untuk pencegahan, membuat pelaku jera, dan pendidikan atau perbaikan pelaku dikemudian hari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK
AuthorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Additional Information: Baharudin Ahmad (I) Dian Mustika (II)
Keywords / Katakunci: denda adat, zina, hukum Islam
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 26 Aug 2019 03:29
Last Modified: 19 Apr 2020 16:59
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/311

Actions (login required)

View Item View Item