PENJERNIHAN DAN PERBAIKAN KUALITAS AIR SUMUR MENJADI LAYAK MINUM SERTA MEMANFAATKAN POTENSI ALAM DENGAN METODA KOMBINASI LAPISAN MULTI MEDIA - FILTER SABUT TANDAN SAWIT (LMM - FSTS) DI PERUMAHAN VALENCIA MUARO JAMBI

FADLAN MU'ARIF, TB.150959 and Alfian, Alfian and Deliza, Deliza (2019) PENJERNIHAN DAN PERBAIKAN KUALITAS AIR SUMUR MENJADI LAYAK MINUM SERTA MEMANFAATKAN POTENSI ALAM DENGAN METODA KOMBINASI LAPISAN MULTI MEDIA - FILTER SABUT TANDAN SAWIT (LMM - FSTS) DI PERUMAHAN VALENCIA MUARO JAMBI. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (Penjernihan Dan Perbaikan Kualitas Air Sumur Menjadi Layak Minum Serta Memanfaatkan Potensi Alam Dengan Metoda Kombinasi Lapisan Multi Media - Filter Sabut Tandan Sawit (LMM - FSTS) Di Perumahan Valencia Muaro Jambi)
FADLAN MU_ARIF_TB150959_TADRIS BIOLOGI - alpin deswandi.pdf - Published Version

Download (5MB)

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat. Sampai saat ini masalah air bersih masih banyak dijumpai baik di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan, permasalahan air bersih ini juga di alami warga perumahan Valencia Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan Agar Metoda Kombinasi LMM – FSTS dapat di aplikasikan untuk masyarakat dan dapat menjadi teknologi yang efektif, efisien, sederhana dan murah dalam mengatasi permasalahan lingkungan, sebagai sistem alternatif pengolahan air sumur yang merupakan masukan dalam upaya menanggulangi dampak masalah kualitas air. Pada penelitian ini akan di lakukan perakitan alat LMM-FSTS dengan menggunakan campuran material tanah vulkanik, arang, serbuk besi, sabut tandan sawit yang di bungkus dalam karung goni yang kemudian disusun dalam boks seperti susunan batu bata di selingi zeolit antara bata tersebut. Dengan mempelajari pengaruh kecepatan laju alir (10, 20, 30, 60) ml/menit, secara aerasi dan non aerasi. Pada penelitian ini tingkat efisiensi paling tinggi dari Ph, Warna, Fe berturut adalah pada perlakuan aerasi dengan laju alir 60 ml/menit (25%), 10 ml/menit (31%), 10 ml/menit (83%) sedangkan yang paling rendah yaitu pada non aerasi dengan laju alir 10 ml/menit (10%), 60 ml/menit (25%), 60 ml/menit (67%). Secara non aerasi tidak mengalami penurunan Escherichia coli, sedangkan perlakuan secara aerasi di peroleh bakteri Escherichia coli sebesar 0 sel/100 ml, artinya memenuhi syarat air layak minum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: LMM-FSTS, laju alir, aerasi, non aerasi
Subjects: 500 Ilmu-Ilmu Alam dan Matematika > 570 Ilmu Biologi
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Tadris Biologi
Depositing User: Musi Ariawijaya S.Kom
Date Deposited: 26 May 2020 00:01
Last Modified: 26 May 2020 00:01
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/2839

Actions (login required)

View Item View Item