RITUAL PROSES PEMBANGUNAN RUMAH PANGGUNG DI DESA PULAU RAMAN KECAMATAN PEMAYUNG KABUPATEN BATANGHARI ( KAJIAN FILOSOFI)

NUR AINI, UA150074 and Munsarida, Munsarida and Nurhasanah, Nurhasanah (2019) RITUAL PROSES PEMBANGUNAN RUMAH PANGGUNG DI DESA PULAU RAMAN KECAMATAN PEMAYUNG KABUPATEN BATANGHARI ( KAJIAN FILOSOFI). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (RITUAL PROSES PEMBANGUNAN RUMAH PANGGUNG DI DESA PULAU RAMAN KECAMATAN PEMAYUNGKABUPATEN BATANGHARI ( KAJIAN FILOSOFI).)
SKRIPSI NUR AINI, S.Ag.-2 - M gustiawan Nur.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini menceritakan Masyarakat Desa Pulau Raman yang merupakan masyarakat yang masi banyak berpegang dengan adat istiadat, Salah satunya dalam proses pembangunan rumah panggung yang masih banyak mengikuti tradisi kebudayaan nenek moyang terdahulu, proses pembuatan rumah panggungdi Desa Pulau Raman melalui bermacam-macam tahapan, mulai dari penggalian tanah untuk mendirikan tiang-tiang rumah hingga akhir penyelsaian dinding dan atap rumah, Setelah tiang-tiang rumah selesai didirikan , tiang yang paling tengah atau tiang induk di hiasi seperti wanita, memakai make up, baju, kain, payung dan yang lainya.Budaya inimerupakan warisan nenek moyang desa Pulau Raman terdahulu, Dan ada sebagian masyarakat hanya mengikuti kebiasaan ini tanpa mengetahui makna dan tujuan dari simbol-simbol dan perkakas yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sedangkan lokasi penelitian berada di Desa Pulau Raman Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi.Kemudianmenggunakan dokumen pendukung lainnya.data dianalisis berdasarkan kepentingan yang berkaitan dengan tujuan penulisdan menjabarkan tentang Ritual proses pembangunan rumah panggung di Desa Pulau Raman, namun tidak sampai kepada pengukuran-pengukuran teori secara mendalam,Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam Ritual Proses Rumah Panggung di Desa Pulau Raman Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari,ada beberapa tahapan proses yaitu melakukan musyawarah keluarga,mendirikan tiang-tiang rumah, dan ataprumah,kemudian melaksanakan ritual dan perlengkapan seperti meletakkan pisang manis, tebu,bendera merah putih, dan pada tiang indukdi pasang perkakas seperti;Payung, Baju kebaya, Kain songket, sepatu kemudian di hiasi bentuk wajah selayaknya wanita memakai; Pensil alisyang di ukir mirip wajah, Lipstick, Bedak, Make up, Parpum, dan Bunga-bunga tujuh warna sertaritul lainya.yangmemiliki artian dan harapan Kebaiakan Dalam Kehidupan, di jauhi dari sekian bala, diberkahi dan dilindungi, selalu menjaga keharmonisan dan kerama tamahan serta selalu bersikap optimis dalam hidup.dengan melestariakan kebudayaan ini masyarakat dapat memegang teguh nilai-nilai toleransi antar sesama.Akhinya penulis merekomendasikan kepada masyrakat Desa Pulau Raman agar tetap menjaga dan melestarikan budaya peninggalan nenek moyang terdahulu, hingga benar-benar menjadikan budaya ini sebagai jati diri masyarakat Desa Pulau Raman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Ritual, Filosofi, Budaya Lokal, Masyarakat, dan Budayawan
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.9 Adat Istiadat
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.7 Kesenian dan Kebudayaan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Usman Fahmi M.Pd.I
Date Deposited: 01 Jul 2020 17:10
Last Modified: 01 Jul 2020 17:10
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/2831

Actions (login required)

View Item View Item