PANDANGAN MASYARAKAT DESA TERUSAN SEBERANG TERHADAP TRADISI BEKAHAK SETELAH PERNIKAHAN

ARIGA RIANI, SHK 162096 and Ahmad, Baharuddin and Mustika, Dian (2020) PANDANGAN MASYARAKAT DESA TERUSAN SEBERANG TERHADAP TRADISI BEKAHAK SETELAH PERNIKAHAN. Skripsi thesis, UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

[img] Text (PANDANGAN MASYARAKAT DESA TERUSAN SEBERANG TERHADAP TRADISI BEKAHAK SETELAH PERNIKAHAN)
SKRIPSI ARIGA RIANI SHK.162096.pdf - Published Version

Download (5MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul: “Pandangan Masyarakat Desa Terusan Seberang Terhadap Tradisi Bekahak Setelah Pernikahan”. Perkawinan dalam arti “perikatan adat”, ialah perkawinan yang mempunyai akibat hukum terhadap hukum adat, yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Sebagaimana diketahui bahwa perkawinan di Terusan adalah perkawinan bersifat adat Melayu,dimana pihak laki-laki berkewajiban memberi sesuatu yang berharga berupa barang atau uang kepada pihak perempuan. Pasca berlakunya UU No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan, di dalam Pasal 2 UU No.1 tahun 1974 ditentukan bahwa “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu”. Penulisan skripsi ini merupakan penelitian hukum dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan melihat sesuatu kenyataan hukum di dalam masyarakat, digunakan untuk melihat aspek-aspek hukum dalam interaksi sosial didalam masyarakat, dan berfungsi sebagai penunjang untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi temuan bahan non hukum bagi keperluan penelitian atau penulisan hukum terhadap eksistensi perkawinan adat pada masyarakat Terusan di Provinsi Jambi.Dari hasil penelitian diketahui bahwa menurut adat Terusan, pernikahan adalah merupakan persyaratan dari suatu perkawinan menurut hukum agama (Islam).Sebelum Undang-Undang tentang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 lahir, umat muslim di Indonesia menggunakan hukum islam yang telah diresepsi ke dalam hukum adat. Setelah perkawinan dilangsungkan menurut cara masing-masing agama dan kepercayaannya, maka kedua mempelai menandatangani akta perkawinan yang telah disiapkan oleh Pegawai Pencatat Perkawinan. Eksistensi masyarakat Terusan sebagai suku bangsa atau kelompok etnis karena warga masyarakat Terusan menyadari adanya identitas dan kesatuan kebudayaan mereka sendiri yang membuat mereka merasa berbeda dari warga masyarakat yang lain. Perlu ditingkatkannya kesadaran untuk melestarikan adat dan kebudayaan Terusan pada masyarakat Adat Terusan. Sehingga adat Terusan tidak memudar seiring berjalannya modernisasi yang acap kali menghilangkan berbagai macam tradisi perkawinan adat tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: eksistensi perkawinan adat,masyarakat terusan kec. maro sebo ilir
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 27 Apr 2020 03:42
Last Modified: 27 Apr 2020 03:43
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/2756

Actions (login required)

View Item View Item