PERDAGANGAN ORGAN TUBUH MANUSIA DILIHAT DARI PERSPEKTIF UNDANGUNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DAN MENURUT HUKUM ISLAM

Gani, Ruslan Abdul (2015) PERDAGANGAN ORGAN TUBUH MANUSIA DILIHAT DARI PERSPEKTIF UNDANGUNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DAN MENURUT HUKUM ISLAM. In: Persidangan Antarbansa Fiqh Semasa dan Perundangan Islam 2015, 19 Desember 2015, Batam, Hotel Allium.

[img] Text (Perdagangan Organ Tubuh Manusia Dilihat Dari Perspektif UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Dan Menurut Hukum Islam)
05-Ruslan-Abdul-Gani.pdf - Published Version

Download (603kB)
Official URL: http://ukmsyariah.org/wp-content/uploads/2015/12/0...

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang erdagangan organ tubuh manusia dilihat dari perspektif Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Menurut Hukum Islam, dengan fokus kajian terhadap Bagaimanakah Penjualan Terhadap Organ Tubuh Manusia Dilihat Dari Perspektif Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Bagaimcana Pula Penjualan Organ Tubuh Manusia Menurut Hukum Islam. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat diperoleh beberapa kesimpulan. Bahwa Penjualan terhadap organ tubuh manusia dilihat dari perspektif Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dilarang secara tegas karena perbuatan tersebut beresiko tinggi bila salah satu organ tubuh seseorang yang sangat pital tidak berfungsi lagi apabila telah diambil untuk diperdagangkan hal ini sebagai ditegaskan di dalam Pasal 64 ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 berbunyi: bahwa organ dan/atau jaringan tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun. Kemudian dipertegs lagi di dalam Pasal 192: setiap orang yang dengan sengaja memperjualbelikan organ atau jaringan tubuh dengan dalih apa pun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar rupiah. Sedangkan dilihat dari perspektif Hukum Islam, penjualan organ tubuh manusia sama halnya dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dimana Hukum Islam juga melarang dan haram hukumnya organ tubuh manusia diperjual belikan. Namun dalam hukum Islam membolehkan dilakukan tranplantasi terhadap organ tubuh manusia bagi orang yang secara sukarela tampa imbalan apapun kepada orang yang memerlukannya. Ketentuan ini diperkuat pula oleh Patwa yang pernah dikeluarkan oleh MUI yang menyatakan: Tranplantasi organ tubuh manusia diperbolehkan, tetapi yang tidak diperbolehkan atau haram adalah jual beli organ tubuh. Rekomendasi yang diberikan Kepada seluruh warga masyarakat hendaknya selalu menjaga organ tubuhnya dengan baik dengan cara menjaga kesehatan. Kepada tenaga medis hendaknya mengawasi dengan ketat bila terjadi perbuatan tranplansi organ tubuh manusia secara illegal.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Keywords / Katakunci: Perdagangan Organ Tubuh Manusia Perspektif Undang-Undang Kesehatan dan Hukum Islam
Subjects: 300 Ilmu Sosial
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 08 Aug 2019 08:48
Last Modified: 08 Aug 2019 08:48
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/272

Actions (login required)

View Item View Item