UJARAN KEBENCIAN MELALUI MEDIA SOSIAL: ANTARA KEBEBASAN BEREKSPRESI DAN TINDAK PIDANA

ARIF PRASETYO UTOMO, SPI 152197 and Harun, Hermanto and Alpian, Elvi (2019) UJARAN KEBENCIAN MELALUI MEDIA SOSIAL: ANTARA KEBEBASAN BEREKSPRESI DAN TINDAK PIDANA. Skripsi thesis, UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

[img] Text (UJARAN KEBENCIAN MELALUI MEDIA SOSIAL :ANTARA KEBEBASAN BEREKSPRESI DAN TINDAK PIDANA)
SPI152197 Arif PRASETYO UTOMO - Arif Prasetyo #021.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Media sosial menjadi alat untuk menyampaikan pendapat seseorang dengan mudah, dengan demikian kerap terjadi pendapat seseorang yang disampaikan melalui media sosial yang melewati batas wajar dan didasari dengan kebencian. Sehingga diperlukan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial tersebut.Skripsi ini bertujuanuntuk mengetahui dengan benar apa sesungguhnya yang di maksud dengan ujaran kebencian dimedia sosial.Bagaimana kalimat yang harus digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan atau kritik kepada orang lain. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yakni hukum normatif dengan teknik pengumpulan data yaitu penenlitian kepustakaan (library research). Data dilengkapi dengan data primer hasil dari analisis UUD 1945, berbagai peraturan perundang-undangan, Surat Edaran, dan data sekunder dari referensi-referensi buku, artikel, karya ilmiah, jurnal, media cetak, majalah dan website, serta data tersier. Dalam hal ini dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesiadan diolah dengan metode analisis kualitatif secara Induktif, Deduktif dan Komperatif. Adapun hasil temuan yang didapatkan dari hasil penelitian ini adalah yang pertama yaitu pembatasan kebebasan berekspresi diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 207 dan 208, Undang-undang nomor 19 tahun 2016 pasal 27 dan 28, dan pada Surat Edaran Kapolri NO SE/06/X/2015. Kedua yaitu bentuk-bentuk ekspresi yang dianggap sebagai ujaran kebencian diatur dalam KUHP yakni penghinaan terhadap penguasa atau badan umum dimuka umum dapat berupa menyiarkan, mempertunjukkan, menempelkan tulisan atau lukisan yang memuat penghinaan. Juga diatur pada UU NO 19 tahun 2016 dan SE Kapolri yaitu tindakan asusila, perjudian, pencemaran nama baik, penghinaan, pengancaman, penistaan agama, perbuatan tidak menyenangkan, provokasi dan berita bohong. Dan ketiga yaitu perumusan undang-undang tentang ujaran kebencian telah memenuhi pembatasan kebebasan berekspresi, namun dalam penerapannya terhadap kasus-kasus yang telah terjadi dianggap diskriminalisasi dikarenakan tidak konsistenya undang-undang tersebut dalam menangani kasus-kasus yang telah terjadi. Tetapi pada sisi lain pembatasan kebebasan berekspresi ini dapat mencegah terjadinya perselisihan atau konflik antar individu dan golongan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Media sosial, kebebasan berekspresi, ujaran Kebencian
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya
2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam > 2x6.13 Interaksi Sosial
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara
Depositing User: Usman Fahmi M.Pd.I
Date Deposited: 25 Apr 2020 08:59
Last Modified: 25 Apr 2020 09:00
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/2371

Actions (login required)

View Item View Item