Praktik Serah Siren dalam Pembagian Harta Warisan Menurut Adat Masyarakat Mandiangin Kabupaten Sarolangun Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam

WILLY VERI VANDINO, SHK.152126 and Kasir, Ibnu and Mustika, Dian (2019) Praktik Serah Siren dalam Pembagian Harta Warisan Menurut Adat Masyarakat Mandiangin Kabupaten Sarolangun Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam. Skripsi thesis, UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

[img] Text (Praktik Serah Siren dalam Pembagian Harta Warisan Menurut Adat Masyarakat Mandiangin Kabupaten Sarolangun Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam)
SHK.152126_WILLY VERI VANDINO_HUKUM KELUARGA ISLAM - win aramico.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Praktik Serah Siren dalam Pembagian Harta Warisan Menurut Adat Masyarakat Mandiangin Kabupaten Sarolangun Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam”. Permasalahan mengenai pembagian harta warisan menurut adat Mandiangin berbeda dengan ketentuan hukum waris Islam atau faraidh. Terdapat suatu kebiasaan adat di daerah Mandiangin bernama Serah Siren yaitu pemberian harta orang tua kepada anak yang sudah menikah tepatnya satu hari sesudah mengadakan pesta perkawinan atau walimatul „urs. Namun dampak dari praktik tersebut anak tidak mendapatkan harta warisan lagi pada saat orang tua meninggal dunia, karena semua harta sudah diberikan pada saat praktik Serah Siren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik pembagian Serah Siren dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik Serah Siren pada masyarakat di daerah Mandiangin, Kabupaten Sarolangun. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif tipe pendekatan yuridis empiris. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Adapun hasil dari penelitian ini. Pertama, praktik Serah Siren dilakukan di rumah pengantin wanita pada pagi hari dengan disaksikan oleh keluarga dari masing-masing pihak penganti pria dan wanita. Pada saat praktik Serah Siren terdapat perbedaan teknik pemberian dari pihak keluarga pengantin pria dan wanita. Kedua, terjadi kesenjangan antara teori hukum waris Islam atau faraidh dengan implementasi praktik Serah Siren sebagai pemberian warisan. Hal ini disebabkan karena pemberian harta tersebut dilakukan pada saat orang tua selaku pewaris masih hidup dan praktik tersebut tidak ada ketentuan bagian yang akan didapatkan antara anak yang satu dengan yang lain. Sedangkan waris menurut hukum Islam atau faraidh baru bisa terlaksana setelah adanya kematian atau meninggalnya pewaris dan telah ditetapkan bagian-bagian yang diterima oleh ahli waris dalam kita suci Al-Qur‟an.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Hukum Waris Adat, Hukum Waris Islam, Hibah
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.4 Waris(Farait) dan Wasiat
2x4 Fiqih
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Sukardiono Lee S.IP
Date Deposited: 20 Apr 2020 04:08
Last Modified: 20 Apr 2020 04:08
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/2246

Actions (login required)

View Item View Item