EKSISTENSI BADIK DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT BUGIS DI DESA SANGLAR KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU

Sandi, Heri and S, Sayuti and Nuur, Muhammad (2018) EKSISTENSI BADIK DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT BUGIS DI DESA SANGLAR KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
Heri_Sandi_AS140382 - heri sandi.pdf

Download (1MB)

Abstract

Keragaman adat, senibudaya dan tradisi telah menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kaya dengan berbagai bentuk ekspresi budaya dan pengetahuan tradisional. Keragaman budaya di Indonesia merupakan keunikan tersendiri dalam membentuk identitas serta persatuan Negara Indonesia. Salah satu kepercayaan masyarakat yang masih bertahan adalah kepercayaan masyarakat bugis akan kesakralan benda pusaka berupa badik.Badik atau badek adalah pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor. Masyarakat bugis di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, masih menggunakan badik sebagai alat tradisional mereka. Badik sebagai benda budaya dan hasil kebudayaan masyarakat Bugis telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya khususnya bagi kaum laki-laki. Bahkan sudah melekat sebagai bagian dari sistem adat, hal ini tampak dari adanya pandangan masyarakat Bugis yang mengklaim bahwa badik merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan mereka, bahkan dianggap sebagai “saudara”. Bagi mereka badik dianggap dapat memberikan kekuatan batin agar pemiliknya berani menghadapi segala ancaman. Namun di satu sisi, terdapat beberapa masyarakat yang menyalah gunakan fungsi badik dalam keseharian mereka. Badik dijadikan sebagai senjata yang mengancam kerukunan masyarakat khususnya di Desa Sanglar Kecamatan Reteh. Hal ini tentu bertentangan dengan hukum dan nilai badik yang sesungguhnya. Melihat fenomena di atas, penting rasanya bagi penulis untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai Eksistensi Badik Dalam Kepercayaan Masyarakat Bugis di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Eksistensi badik diyakini sebagai benda sacral di Desa Sanglar karena faktor keyakinan masyarakat bugis Desa Sanglar yang menganggap bahwa selain memiliki fungsi sebagai senjata tajam untuk membela diri, badik juga berfungsi sebagai benda spiritual yang berguna untuk membawa keberuntungan. Oleh sebab itu, untuk menjaga kesakralannya, masyarakat bugis Desa Sanglar memperlakukan badik dengan sangat hati-hati. Terkait dengan fungsi badik dalam masyarakat bugis di Desa Sanglar, ditemukan empat fungsi utama yaitu; sebagai senjata tajam; sebagai identitas sosial; sebagai kebutuhan artistik; dan sebagai kebutuhan spiritual. Fungsi yang utama tentu badik sebagai senjata tajam atau untuk perlindungan diri. Selain sebagai senjata tajam, badik juga berfungsi sebagai identitas atau penanda bahwa sipemilik badik adalah lelaki bugis. Fungsi artistik dimaknai sebagai kebutuhan perlengkapan busana atau bisa juga sebagai kebutuhan seni karena keindahan dan keunikan dari badik tersebut. Sementara itu yang berhubungan dengan fungsi spiritual adalah kepercayaan masyarakat bugis itu sendiri terhadap tuah atau hal magis yang diperoleh dari sebilah badik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Drs. Sayuti S, M.Pd.I
Keywords / Katakunci: badik. bugis, sanglar
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 11 Jun 2019 03:07
Last Modified: 05 Nov 2019 02:29
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/221

Actions (login required)

View Item View Item