PELAKSANAAN AKAD MURABAHAH UNTUK PEMBIAYAAN KENDARAAN RODA EMPAT MENURUT HUKUM ISLAM DI BANK SYARIAH MANDIRI JAMBI

NUR MUHAMMAD HAFIDZ BATUBARA, SHE.152041 and Ma'ani, Bahrul and Sasnifa, Pidayan (2019) PELAKSANAAN AKAD MURABAHAH UNTUK PEMBIAYAAN KENDARAAN RODA EMPAT MENURUT HUKUM ISLAM DI BANK SYARIAH MANDIRI JAMBI. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (PELAKSANAAN AKAD MURABAHAH UNTUK PEMBIAYAAN KENDARAAN RODA EMPAT MENURUT HUKUM ISLAM DI BANK SYARIAH MANDIRI JAMBI)
Nur Muhammad Hafidz Batubara (SHE.152041) - Nur Muhammadhafidz.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini dilatar belakangi dengan banyaknya minat nasabah untuk bertransaksi melalui Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi menggunakan akad murabahah, maka bankpun akan menghadapi resiko-resiko. Resiko akan timbulnya masalahmasalah hukum antara bank dann nasabah, yaitu adanya sengketa yang disebabkan adanya wanprestasi yang dilakukan salah satu pihak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan akad murabahah untuk pembiayaan kendaraan roda empat di Bank Syariah Mandiri Cab. Jambi, Apa resiko yang dihadapi oleh Bank Syariah Mandiri Cab. Jambi dalam pelaksanaan pembiayaan kendaraan roda empat, dan bagaimana pandangan hukum Islam dalam penyelesaian sengketa antara pihak bank dan nasabah. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan menggunakan tiga cara yaitu wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Objek penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi, sedangkan informasinya dari Pembiayaan Mikro, Costumer Banking Relationship Manager, dan Pegawai Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan akad murabahah yaitu (1). Membuat surat permohonan yang diajukan oleh nasabah, (2). Penganalisisan permohonan pembiayaan oleh Analyst Officer pada bagian Marketing, (3). Persetujuan atas permohonan pembiayaan calon nasabah dari Komite Pembiayaan yang terdiri dari Pimpinan Cabang, Manager Marketing beserta Manager Officer dari Bank Syariah Mandiri, (4). Tahap pengikat pembiayaan merupakan tahap dilakukannya penandatangan akad pembiayaan murabahah, (5). Proses selanjutnya adalah proses pencairan fasilitas pembiayaan agar barang yang dibutuhkan oleh nasabah dapat dibeli, (6). Selanjutnya Pembayaran angsuran harus dilakukan oleh nasabah kepada bank setiap bulannya sebesar harga angsuran yang telah disepakati diawal. Resiko yang dihadapi Bank Syariah yaitu (1). Kelalaian nasabah yang sengaja tidak membayar angsuran, (2). Fluktuasi harga barang komparatif bank tidak lagi bisa merubah harga setelah barang dibeli oleh bank, (3). Adanya kemungkinan penolakan terhadap barang yang dikirim oleh bank terhadap nasabah, sehingga perlu dilindungi oleh asuransi, (4). Wanprestasi. Penyelesaian sengketa antara pihak bank dan nasabah menurut pandangan hukum Islam melalui jalan musyawarah, Islah (perdamaian), mediasi, atau arbitrase, ataupun ke lembaga Pengadilan Agama sebagai pilihan terakhir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Pelaksanaan, Risiko, dan Penyelesaian Sengketa
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.2 Muamalah > 2x4.24 Persekutuan (Syirkah, Qirad, Mudhorobah, Murabahah, Musaqoh, Muzaroah)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Nadia Rezky S.HI
Date Deposited: 19 Apr 2020 01:45
Last Modified: 19 Apr 2020 01:45
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/2043

Actions (login required)

View Item View Item