KETENTUAN PENERIMAAN DAN PENOLAKAN SAKSI DALAM MEMBERIKAN KESAKSIAN PERKARA CERAI FASAKH MENURUT ENAKMEN KETERANGAN MAHKAMAH SYARIAH. (Studi Kasus Di Mahkamah Syariah Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia)

ZIZIE AFFENDIE BIN ROZA, SHK 101170058 and Yusuf, Umar and Maryani, Maryani (2019) KETENTUAN PENERIMAAN DAN PENOLAKAN SAKSI DALAM MEMBERIKAN KESAKSIAN PERKARA CERAI FASAKH MENURUT ENAKMEN KETERANGAN MAHKAMAH SYARIAH. (Studi Kasus Di Mahkamah Syariah Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin.

[img] Text (KETENTUAN PENERIMAAN DAN PENOLAKAN SAKSI DALAM MEMBERIKAN KESAKSIAN PERKARA CERAI FASAKH MENURUT ENAKMEN KETERANGAN MAHKAMAH SYARIAH. (Studi Kasus Di Mahkamah Syariah Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia))
SKRIPSI ZIZIE AFFENDIE BIN ROZAK - Zizie Affendie.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Saksi merupakan orang yang diperlukan di dalam pengadilan untuk memberi keterangan yang berkait dengan sesuatu perkara terutama dalam kasus fasakh. Oleh itu, tidak boleh bagi seseorang saksi itu memberi keteraangan palsu. Ia harus jujur dan adil terhadap kesaksiannya dalam persidangan. Dengan kata lain, tidak memihak antara satu sama lain. Setiap saksi hendaklah mempunyai kriteria adil. Setiap kriteria yang ditunjukkan oleh saksi akan diuji oleh Hakim dan pihak mahkamah sebelum memberi kesaksian. Namun, tidak semua kritera yang ada pada seseorang saksi diterima. Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan hukum empiris. Data yang digunakan adalah Data Primer yang diperoleh daripada wawancara untuk mendapatkan informasi dalam penelitian yang diperoleh secara langsung dari Mahkamah Syariah Kuala Terengganu dan Data Sekunder yang diperoleh secara langsung melalui buku-buku tertama dalam menelaah perundang-undangan yang berkait dengan msalah penelitian. Pengolahan data dilakukan dengan tahap pemeriksaan data, klasifikasi data, penandaan data dan sistematisasi data yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian dan pembahasan menerangkan lebih terperinci tentang jenis dan kriteria seseorang saksi menurut Enakmen nomor 6 tahun 2001, Enakmen Keterangan Mahkamah Syariah Kuala Terengganu. Penelitian ini juga membahaskan tentang penerimaan atau penafian saksi yang memberikan kesaksian eruama dalam kasus fasakh. Oleh sebab itu, Hakim mempunyai kuasa penuh dalam menerima atau menolak kesaksian seseorang itu sekiranya perlu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Saksi, Penerimaan Dan Penafian Saksi, Keputusan Hakim.
Subjects: 300 Ilmu Sosial
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Mediandri S.IP
Date Deposited: 18 Apr 2020 13:34
Last Modified: 18 Apr 2020 13:34
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/1989

Actions (login required)

View Item View Item