PELUANG DAN TANTANGAN SERTIFIKASI HALAL PADA PRODUK MAKANAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA JAMBI

MEGA KOMALA SARI, EES 150751 and Mubyarto, Novi and Addiarrahman, Addiarrahman (2019) PELUANG DAN TANTANGAN SERTIFIKASI HALAL PADA PRODUK MAKANAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA JAMBI. Skripsi thesis, UIN SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

[img] Text (PELUANG DAN TANTANGAN SERTIFIKASI HALAL PADA PRODUK MAKANAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA JAMBI)
Mega Komala Sari EES 150751 - mega komalasari.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Makanan halal menjadi bisnis yang menguntungkan tidak hanya dikalangan Negara-negara yang mayoritas muslim tetapi juga Negara-negara non muslim. Indonesia merupakan Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, meskipun demikian, Indonesia baru sebatas pasar dan belum menjadi pelaku, sedangkan industri makanan halal global dirajai oleh Thailand yang hanya memiliki persentase penduduk muslim sebesar 5 persen dan telah mengukuhkan diri sebagai dapur halal dunia. Menurut perry, industri semacam tersebut adalah hasil dari dikembangkannya rantai pasok halal atau halal supply chain. Maksudnya adalah produksi barang atau jasa dari hulu hingga hilir memiliki standar dan sertifikasi halal. di Indonesia jumlah sertifikasi halal tidak sesuai dengan jumlah UMKM yang ada di Indonesia contoh di Kota Jambi. Menurut perkembangan jumlah UMKM di Kota Jambi sebesar 10.763. Sedangkan jumlah UMKM yang memiliki sertifikasi halal tersebut hanya sebesar 5 % dari Jumlah UMKM yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab produsen Usaha Mikro Kecil dan Menengah Makanan di Kota Jambi tidak memiliki Sertifikat Halal. Penelitian dilakukan dengan cara mengobservasi data sekunder dan melakukan wawancara ke pada UMKM yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan UMKM tidak memiliki sertifikat halal tersebut adalah memang tidak ada kemauan dari pemilik usaha tersebut, kepercayaan kepada allah Swt, bahwa rizki itu tidak kemana-mana, mengutamakan rasa pada produk untuk pemasaran, cukup dengan memiliki izin dinas kesehatan saja, tidak ada biaya, proses yang terlalu rumit dan lama, jangka waktu berlaku sertifikat halal yang singkat hanya 2 tahun. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa faktor penyebab yang paling dominan adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran dari UMKM tersebut mengenai sertifikat halal itu sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Peluang, Tantangan, Sertifikat Halal, Produk, UMKM.
Subjects: 2x6 Sosial dan Budaya > 2x6.3 Ekonomi
2x4 Fiqih > 2x4.2 Muamalah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah
Depositing User: Aqlina Usman S.Sos
Date Deposited: 16 Apr 2020 11:44
Last Modified: 16 Apr 2020 11:44
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/1569

Actions (login required)

View Item View Item