SANKSI ADAT DESA LUBUK SEPUH, KECAMATAN PELAWAN, KABUPATEN SAROLANGUN TERHADAP LAKI-LAKI YANG MELARIKAN ISTRI ORANG LAIN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

NASITHO, SHK.152123 and Kasir, Ibnu and Marlina, Siti (2019) SANKSI ADAT DESA LUBUK SEPUH, KECAMATAN PELAWAN, KABUPATEN SAROLANGUN TERHADAP LAKI-LAKI YANG MELARIKAN ISTRI ORANG LAIN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin.

[img] Text (SANKSI ADAT DESA LUBUK SEPUH, KECAMATAN PELAWAN, KABUPATEN SAROLANGUN TERHADAP LAKI-LAKI YANG MELARIKAN ISTRI ORANG LAIN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM)
NASITHO-SHK152123 - Dinni Computer.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ikatan perkawinan merupakan ikatan suci yang berdasarkan nilai-nilai ketuhanan untuk membentuk keluarga sakînah, mawaddah dan rahmah. Penelitian ini yang berjudul “Sanksi Adat Desa Lubuk Sepuh Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun Terhadap Laki-Laki yang Melarikan Istri Orang Lain di Tinjau Dari Hukum Islam” yang bertujuan untuk mengatahui Sanksi Adat Desa Lubuk Sepuh terhadap laki laki yang melarikan istri orang lain, dan pandangan Islam tentang hukum pernikahan laki-laki yang menikahi istri orang yang dilarikannya. Sanksi Adat Desa Lubuk Sepuh Yang di namakan induk undang ada 4 macam : a). Nikam bumi (anak menikahi ibu kandung ). b). Mancarak telur (anak menikah dng bapak kandung). c). Menyunting bunga 2setangkai (menikahi 2 adik beradik kandung). d). Mandi di pancuran gading (menikahi istri orang lain). Bagi masyarakat yang Melarikan Istri Orang lain di Desa Lubuk Sepuh membayar sanksi adat berupa: a) Membayar kerbau 1 ekor. b) Membayar beras 100 kg. c) Membayar lemak semanis nya seperti alat2 untuk masak. Dalam hal ini yang harus membayar sanksi adat bukan hanya dari pihak laki-lakinya saja namun juga dari pihak perempuan juga, pihak laki-laki memberi 1 ekor kerbau dan sebagian beras, dan pihak perempuan memberikan alat untuk masak dan sebagian beras juga. Dalam pandangan islam laki-laki yang melarikan istri orang lain atau menikahi istri orang yakni nikahnya tidak sah. Sebagai hukuman baginya, dengan kebalikan dari apa yang dia inginkan. Dalam surah an-Nisa ayat 24 juga di tegaskan bahwa “ dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami.” Dari sini sudah sangat jelas bahwa allah sangat melarang laki-laki menikahi istri orang lain dengan alasan apapun. Sebagai hukuman baginya, dengan kebalikan dari apa yang dia inginkan. Dalam surah an-Nisa ayat 24 juga di tegaskan bahwa “ dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami.” Dari sini sudah sangat jelas bahwa Allah sangat melarang laki-laki menikahi istri orang lain dengan alasan apapun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Sanksi Adat, Melarikan Istri Orang, Hukum Islam
Subjects: 300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Mediandri S.IP
Date Deposited: 13 Apr 2020 02:50
Last Modified: 13 Apr 2020 02:50
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/1445

Actions (login required)

View Item View Item