HUKUM MEROKOK (STUDY KOMPERATIF ANTARA KIYAI AHMAD KUAT DAN KIYAI ABDILLAH)

Edi Saputra, SPM141889 and Ash-Shiddiqi, M. Hasbi and Maryani, Maryani (2018) HUKUM MEROKOK (STUDY KOMPERATIF ANTARA KIYAI AHMAD KUAT DAN KIYAI ABDILLAH). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text
SPM141889 EDI SAPUTRA PERBANDINGAN MAHZAB - Sarwinda Inda.pdf

Download (1MB)

Abstract

Merokok merupakan aktivitas yang sudah menjadi bagian kehidupan manusia di berbagai belahan dunia. Tidak ada yang tidak mengenal rokok. Akan tetapi memang rokok merupan sesuatu hal yang bisa di katakana tergolong baru, sebab rokok ini belum di kenal pada zaman rasulullah. Kareana merupakan sesuatau yang baru, maka tidak mengherankan jika kemudian tidak ada satupun nas yang secara pasti menjelasn hukum rokok baik dalam Al – Qur‟an maupun hadis. Oleh sebab itu tidak mengheran jika kemudian muncul berbagai pendapat yang berbeda dalam penepatan hukum rokok, baik ulama secara respon maupun organisasi keagamaan yang sering dijadikan rujukan bagi masyarakat umum. Muhamadiyah lewat majelis terjiahnya telah menetapkan hukum rokok merokok haram, sedangkan Nahdatul Ulama (NU) menetapkan hukum rokok hanya sebatas makruh.Sebagaimna layaknya hukum yang digali juga dengan mengunakan ijthad seperti halnya rokok, karena rokok memang barang baru dan belum ada pada masa Rasullah, sehingga memebutuhkan ijthad baru untuk menetukan hukunya, maka tidak mengherankan jika kemudian ijtihad baru muncul perbedaan pendapat. Bahkan tidak jarang berbagai perbedaan tersebut menjadi sesuatu yang tidak pernah usai. Penyusunan tertarik untuk menetiti lebih jauh tentang perbedaan pendapat tersebut, sebab perbedaan yang terjadi menjadi sangat indah untuk di pahami. Bagaimana antara Muhamadiyah dan NU (Nahdatul Ulama) memberikan fatwa hukum rokok serta apa saja yang menjadi latar belang dalam penetapan hukum merokok tersebut.Setelah di teliti mengunakan berbagai literature yang ada berdasarakan fatwa hukum rokok dan latar belakang yang di kluarkan oleh keduanya, maka secara tidak langsung bisa diketahui lebih jelas tentang apa dibatik keputusan yang di kluarkan ke dua organisai tersebut. Kedua organisasi ini memahani nas dengan sudut pandang yang berbeda, sehingga tidak mengherankan jika kemudian terjadi perbedaan dalam penepatan hukum rook tersebut. Muhamdiyah memahami nas berdasarkan berdasarakan makana ayat yang tersirat sehingga merokok di anggap merupan sesuatu yang buruk dan memebahayakan. Oleh kareana itu rokok dihukumi haram, selain tentynya di landasi berbagai penelitian yang menyatakan bahwa dalam rokok mengandung berbagai unsur berbahaya yang bisa merusak tubuh dan berujung kemtian. Sedangkan NU memahami nass berpengang pada makna asal dan seperti apa yang ada, sehingga berdasarkan berbagai pertimbangan dan karena tidak ada satupun nass baik al – Qur‟an maupun hadist yang secara jelas menerangkan hukum rokok, maka NU memeberikan hukum makruh tidak sampai haram.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Hasbi Ash-Shiddiqi
Keywords / Katakunci: Hukum Merokok menurut Islam; Nahdatul Ulama; Muhamadiyah
Subjects: 2x4 Fiqih
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Murjoko S.Kom
Date Deposited: 21 May 2019 05:01
Last Modified: 02 May 2020 11:45
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/143

Actions (login required)

View Item View Item