ANALISIS PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH PENGIDAP GANGGUAN JIWA MENURUT PASAL 44 KUHP STUDI KASUS KELURAHAN PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

AKBAR, ALI and Rafika, Rafika and Alfian, Elvi (2022) ANALISIS PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH PENGIDAP GANGGUAN JIWA MENURUT PASAL 44 KUHP STUDI KASUS KELURAHAN PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR. Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (ANALISIS PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH PENGIDAP GANGGUAN JIWA MENURUT PASAL 44 KUHP STUDI KASUS KELURAHAN PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR)
102180060 ANALISIS PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH PENGIDAP GANGGUAN JIWA MENURUT PASAL 44 KUHP STUDI KASUS KELURAHAN PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Pidana Pembunuhan yang Dilakukan Oleh Pengidap Gangguan Jiwa Menurut Pasal 44 KUHP (Studi Kasus Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk gangguan jiwa menurut hukum pidana. 2) Untuk mengetahui pandangan hukum pidana terhadap tindang pidana yang dilakukan oleh orang yang gangguan jiwa. 3) Untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan dengan gangguan jiwa menurut hukum pidana. Hasil penelitian ini adalah: (1). Bentuk-bentuk pertanggungjawaban pembunuhan antara lain: 1) Hukuman pokok. 2) Hukuman pengganti. 3) Hukuman tambahan. Namun, orang gila yang melakukan pembunuhan dibebaskan dari tiga hukuman, tetapi dikenakan hukuman perdata. Sedangkan bentuk pertanggungjawaban pidana dalam hukum pidana adalah sanksi pidana dan sanksi perilaku. Namun, jika pembunuhan itu dilakukan oleh orang gila, ia akan dibunuh atau tidak dikenakan hukuman pidana, melainkan akan dikenakan hukuman perilaku satu tahun rawat inap oleh hakim. (2) Di Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Penanganan kasus pidana pembunuhan pada penderita gangguan jiwa, ditangani melalui beberapa tahapan. Pelaku kejahatan yang dicurigai mempunyai gangguan kejiwaan baru dapat diketahui berdasarkan Visum et Repertum Psychiatricum yang dibuat oleh dokter ahli kejiwaan atas permintaan penyidik. Ketika diketahui pelaku kejahatan ternyata betul mempunyai/menderita gangguan jiwa, maka langkah hukumnya diberhentikan dari segala tuntutan dengan diberikan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Tindak Pidana Pembunuhan, Pengidap Gamguan Jiwa, Pasal 44 KUHP, Desa Pulau Kijang
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.5 Jinayat (Pidana Islam)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Fakultas Syariah
Date Deposited: 02 Nov 2022 02:33
Last Modified: 02 Nov 2022 02:34
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/13917

Actions (login required)

View Item View Item