DUDUK NIKAH TEGAK CERAI DI DESA MENDAHARA ILIR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

DARA PUSPITA, SA.120005 and Zulqarnain, Zulqarnain and Kasir, Ibnu (2019) DUDUK NIKAH TEGAK CERAI DI DESA MENDAHARA ILIR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN.

[img] Text (DUDUK NIKAH TEGAK CERAI DI DESA MENDAHARA ILIR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM)
DARA PUSPITA-SA120005 - Dinni Computer.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Pernikahan dalam pandangan Islam adalah sesuatu yang luhur dan sakral, bermakna ibadah kepada Allah SWT, mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dan dilaksanakan atas dasar keikhlasan, tanggungjawab, dan mengikuti ketentuanketentuan hukum yang harus diindahkan. Skripsi ini bertujuan untuk menetahui bagaimana praktek Duduk Nikah Tegak Cerai di desa Mendahara Ilir dan bagaimana ketentuan hukum islam terhadap praktek Duduk Nikah Tegak Cerai. penulis akan menyimpulkan sebagai jawaban dari berbagai pokok-pokok permasalah sebagai berikut: 1) Pernikahan singkat yang terjadi di desa Mendahara Ilir disebabkan oleh tidak setujunya orang tua dari pihak wanita. Pernikahan terpaksa dilaksanakan karena si wanita tengah hamil 4 bulan. Ada perjanjian yang terjadi antara ayah wanita dan laki-laki yang akan menikahi anaknya yaitu setelah menikah mereka tidak boleh tinggal satu rumah dan setelah melahirkan laki-laki itu harus mentalak anaknya. 2) Ketentuan hukum islam tentang duduk nikah tegak cerai ini ada beberapa poin: a) Menikahi perempuan hamil ada dua pendapat ulama‟ yaitu: Menurut Al Imam Muhammad Ibnu Ibrahim Al Asyaikh. “tidak boleh menikahinya sampai dia bertaubat dan selesai dari iddahnya dengan melahirkan kandungannya sedangkan menurut Imam Syafi‟i dan Abu Hanifah tidak wajib iddah. Artinya lelaki yang mengawini wanita hamil boleh menyetubuhinya tidak perlu menunggu sampai melahirkan. b) Talak yang diucapkan yang keluar dari jalan yang tidak benar, sehingga tidak ditetapkan baginya hukum apapun. Sebagaimana ucapan kafir jika diucapkan seseorang yang berada dalam keadaan di paksa. Artinya mereka secara tidak tertulis masih suami istri. Tidak dijatuhkan talak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 2x4 Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.33 Perceraian
2x4 Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.34 Iddah
2x4 Fiqih > 2x4.3 Munakahat > 2x4.38 Perbandingan Munakahat dengan Hukum Perkawinan Lain
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Usman Fahmi M.Pd.I
Date Deposited: 10 Apr 2020 04:41
Last Modified: 10 Apr 2020 04:41
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/1218

Actions (login required)

View Item View Item