ANALISIS PELAKSANAAN TERA DAN TERA ULANG DALAM MENERAPKAN ETIKA BISNIS ISLAM DI KOTA JAMBI (Studi Pada Pasar Olak Kemang Di Kota Jambi)

Anggraini, Heni and A. A Miftah, A. A Miftah and M. Yunus, M. Yunus (2021) ANALISIS PELAKSANAAN TERA DAN TERA ULANG DALAM MENERAPKAN ETIKA BISNIS ISLAM DI KOTA JAMBI (Studi Pada Pasar Olak Kemang Di Kota Jambi). Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

[img] Text (ANALISIS PELAKSANAAN TERA DAN TERA ULANG DALAM MENERAPKAN ETIKA BISNIS ISLAM DI KOTA JAMBI (Studi Pada Pasar Olak Kemang Di Kota Jambi))
501171602 ANALISIS PELAKSANAAN TERA DAN TERA ULANG DALAM MENERAPKAN ETIKA BISNIS ISLAM DI KOTA JAMBI - lampiran fulltext.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Tera dan tera ulang itu sesungguhnya bagian dari penerapan etika bisnis Islam dalam ekonomi Islam karena dalam Islam itu keakuratan timbangan menjadi hal yang sangat penting guna untuk mengindari memakan harta orang lain secara bathil, dalam konteks ini pemerintah telah mengeluarkan aturan diatur dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Pada Pasal 12 huruf (a) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal menyatakan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya wajib ditera. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pedagang muslim memastikan akurasi timbangan, untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pedagang muslim menolak atau tidak melakukan tera dan tera ulang dan untuk mengetahui upaya yang dilakuka Dinas Balai Metrologi agar para pedagang tertib dalam melakukan tera dan tera ulang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan metode pengumpulan data, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan penelitian data primer yang diperoleh secara langsung di lapangan. Dalam memastikan akurasi timbangan pedagang muslim melakukan dua hal sebagai berikut. Memastikan bahwa timbangan yang digunakan dalam keadaan normal: Memastikan bahwa timbangan yang digunakan dalam keadaan normal, membandingkan hasil timbangan dengan pedagang lain. Berdasarkan dua langkah cara memastikan timbangan tersebut itulah yang membuat tera dan tera ulang itu menjadi tidak efektif karena masyarakat mempunyai cara sendiri untuk memastikan timbangan yang akurat, sehingga tidak perlu lagi tera dan tera ulang dari pemerintah terlepas apa yang masyarakat lakukan tidak secara pasti melaksanakan tera dantera ulang, tetapi masyarakat punya cara sendiri dalam memastikan timbangannya itu pas atau tidak. Faktor yang menyebabkan pedagang muslim menolak atau tidak melakukan tera/tera ulang: Tidak percaya kepada petugas kemetrologian, merasa terbebani, tidak ada sanksi atau denda Berdasarkan uraian yang peneliti paparkan bahwa Analisis Pelaksanaan Tera Dan Tera Ulang Dalam Menerapkan Etika Bisnis Islam Di Kota Jambi belum berjalan maksimal karna pedagang mempunyai faktor yang menyebabkan pedagang muslim menolak atau tidak melakukan tera dan tera ulang. Upaya yang dilakukan Dinas Balai Metrologi: Sidang tera, sosialisasi, pengawasan. Berdasarkan uraian singkat yang peneliti narasikan meski pemerintah telah melakukan upaya akan tetapi tetap saja Analisis Pelaksanaan Tera Dan Tera Ulang Dalam Menerapkan Etika Bisnis Islam Di Kota Jambi tidak tertib dalam melaksanakan tera dan tera ulang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords / Katakunci: Pandangan Islam, Respon Pedagang, Pelaksanaan Tera.
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi
600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 650 Bisnis
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah
Depositing User: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Date Deposited: 07 Feb 2022 01:10
Last Modified: 07 Feb 2022 01:10
URI: http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/10900

Actions (login required)

View Item View Item